Folago Global (IRSX) Siapkan Rp 3,7 Triliun, Gelar Konser 15 Pertunjukan pada 2027



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperluas bisnisnya di industri hiburan. Perusahaan ini akan meminta persetujuan pemegang saham untuk aksi rights issue yang berpotensi menghimpun dana sekitar Rp 3,7 triliun.

Analis UOB Kay Hian Sekuritas Willinoy Sitorus mengatakan, aksi korporasi tersebut akan menjadi salah satu fondasi IRSX dalam membangun ekosistem hiburan terintegrasi yang mencakup artis, kreator, konten, iklan, streaming, film hingga hiburan langsung.

IRSX akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 September 2026 untuk meminta persetujuan penerbitan maksimal 12,39 miliar saham baru serta 1,86 miliar waran Seri II.


Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Transaksi Shareholder Loan Rp 6,54 Triliun, Ini Tujuannya

Dengan rasio rights issue 1:2, pemegang saham yang tidak mengambil haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 66,67%. Harga pelaksanaan dan ketentuan final rights issue belum diumumkan. Namun, dalam proposal awal, harga pelaksanaan saham baru dipatok Rp 300 per saham dan waran Rp 350 per waran, dengan potensi dana yang dihimpun sekitar Rp 3,7 triliun.

"Pemegang saham pengendali akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rights issue tersebut," ujar Willinoy dalam risetnya 22 September 2026.

Menurut Willinoy, dana hasil rights issue pada rencana awal akan digunakan untuk mengamankan hak komersial atas 500 talenta atau artis Indonesia papan atas. Hak tersebut mencakup potensi pemanfaatan endorsement serta monetisasi melalui platform seperti Instagram, TikTok dan YouTube.

Selain itu, IRSX berencana memperluas bisnis ke produksi konten drama pendek, konser, film serta lini usaha hiburan lainnya.

"IRSX memposisikan diri sebagai platform hiburan terintegrasi di Indonesia dengan ambisi menggabungkan artis, kreator, konten, periklanan, streaming, film dan live entertainment dalam satu ekosistem," jelas Willinoy.

Kehadiran IRSX dalam ekosistem PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga dinilai dapat memperluas jangkauan bisnis melalui kombinasi layanan konektivitas dan hiburan.

Akses terhadap hak komersial 500 talenta tersebut juga berpotensi mendukung solusi pemasaran berbasis artificial intelligence (AI) bagi konsumen dan pelaku usaha kecil dan menengah. Salah satunya melalui layanan iklan yang menampilkan artis dan kreator yang dikelola IRSX.

Di sisi digital, IRSX juga terus mengembangkan FolaPlay dari yang semula berfokus sebagai platform streaming menjadi aplikasi hiburan terpadu.

FolaPlay awalnya dikembangkan sebagai platform streaming untuk tayangan Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia. Platform tersebut kini telah memiliki sekitar 1,2 juta pelanggan.

Menurut Willinoy, FolaPlay juga mulai memperkaya katalognya dengan drama mikro China, termasuk konten yang diproduksi IRSX.

Baca Juga: IHSG Berbalik Melemah ke 6.313,6 di Sesi Pertama, Top Losers LQ45: ISAT, AMMN, MEDC

Setelah rights issue, akses IRSX terhadap hak komersial 500 talenta Indonesia berpotensi memberikan tambahan sumber konten bagi FolaPlay. Dengan kesepakatan yang sesuai, IRSX dapat memanfaatkan likeness atau representasi visual para artis untuk video berbasis AI maupun drama pendek.

"Hal ini dapat mendukung produksi konten yang lebih cepat sekaligus memperluas perpustakaan hiburan FolaPlay," kata Willinoy.

IRSX juga tengah memfinalisasi kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia untuk menyediakan konten di dalam perjalanan kereta. Selain itu, melalui nota kesepahaman dengan iQIYI, IRSX menjadi penyedia konten untuk serial original iQIYI sekaligus mitra periklanan iQIYI International.

Dengan berbagai pengembangan tersebut, FolaPlay berpotensi berkembang menjadi aplikasi hiburan satu pintu yang mencakup olahraga, drama dan berbagai jenis konten lainnya.

Tidak hanya mengandalkan konten digital, IRSX juga memperkuat bisnis hiburan langsung melalui FolagoPro.

Setelah menggelar konser Westlife dan Brian McKnight, IRSX menargetkan 10-15 pertunjukan sepanjang 2027. Pertunjukan tersebut akan digelar di sejumlah venue besar, termasuk Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta International Stadium (JIS) serta berbagai venue indoor.

Willinoy menyebut konser Westlife 25 Years of Hits yang dijadwalkan berlangsung di GBK pada 23 Januari 2027 bahkan telah terjual habis hanya dalam hitungan jam.

IRSX juga berencana menghadirkan lebih banyak artis internasional ke Indonesia. Beberapa nama yang masuk dalam pipeline yang disebutkan perseroan antara lain Andy Lau, Avenged Sevenfold dan Bon Jovi.

Menariknya, monetisasi bisnis konser IRSX tidak hanya berasal dari penjualan tiket. Perusahaan ini juga berencana menayangkan konser tertentu melalui FolaPlay sehingga satu acara dapat menghasilkan pendapatan dari konten digital dan iklan sekaligus memperluas jangkauan audiens di luar lokasi konser.

IRSX juga memiliki program Folago Prive yang memberikan akses eksklusif bagi pemegang saham IRSX, termasuk kesempatan membeli tiket konser tertentu lebih awal dan menikmati pengalaman hiburan premium.

Baca Juga: Paramita Bangun (PBSA) Setujui Stock Split, Nilai Nominal Saham Jadi Rp 25

Pada penjualan presale konser Westlife, sekitar 9.200 tiket telah dibeli oleh pemegang saham melalui program tersebut.

Menurut Willinoy, model tersebut membentuk ekosistem tertutup yang memungkinkan IRSX mempromosikan acara, memperoleh pendapatan dari tiket dan sponsorship, mendistribusikan konser melalui FolaPlay, sekaligus meningkatkan keterlibatan pemegang saham.

Dari sisi valuasi, saham IRSX saat ini diperdagangkan pada price to earnings ratio (PE) trailing 12 bulan sebesar 81,38 kali. Willinoy mengaku tidak memberi rating atas saham IRSX. Namun menurut dia valuasi IRSX sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelompok WIFI yang berada di sekitar 80 kali.

Sementara itu, valuasi IRSX berada jauh di atas rata-rata perusahaan sejenis di Asia pada bisnis agensi, promotor konser dan platform microdrama yang masing-masing sekitar 28 kali, 12 kali dan 17 kali.

Harga saham IRSX hingga pukul 11.59 WIB pada Selasa (22/9/2026) turun 3,52% di level Rp 438 per saham.  Namun, Willinoy menilai valuasi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan transformasi bisnis IRSX maupun potensi kontribusi laba dari lini bisnis hiburan yang tengah dikembangkan.

Di sisi lain, terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, terutama risiko eksekusi dan potensi penundaan aksi korporasi.

Sementara itu, katalis utama bagi saham IRSX berasal dari pengumuman dan realisasi aksi korporasi perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News