Folago (IRSX) Ditunjuk Jadi Distributor Tunggal MiniMax di Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) dan MiniMax meresmikan kemitraan strategis lewat penunjukan Folago sebagai distributor strategis MiniMax di Indonesia.  Dengan penunjukan tersebut, IRSX akan menjadi mitra strategis resmi dan satu-satunya distributor MiniMax di Indonesia. 

Direktur Utama Folago Subioto Jingga menyatakan, langkah ini mengikuti ekspansi Folago ke produksi film dan micro drama berbasis kecerdasan buatan (AI). 

"Kemitraan ini adalah langkah penting bagi Folago untuk menghadirkan teknologi AI kelas dunia kepada kreator, pelaku usaha, dan masyarakat Indonesia. Kami melihat peluang besar untuk membuat akses terhadap AI semakin luas lewat peran kami sebagai AI Token Factory di Indonesia," ujar Subioto, dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).


Baca Juga: Digitalisasi Operasional Menjadi Kunci Efisiensi Bisnis UMKM

Melalui kerja sama ini, Folago berencana menjadi AI Token Factory di Indonesia. Token adalah satuan pemakaian layanan AI: setiap kali kreator, pelaku usaha, atau pengembang menjalankan model AI untuk membuat teks, suara, gambar, atau video, token itulah yang dihitung dan dibayar. 

Ia menyebutkan, token MiniMax akan dijual kembali melalui ekosistem Folago, yang mencakup lebih dari 250.000 kreator digital dan 125.000 afiliator e-commerce di Indonesia. 

Kemitraan dengan MiniMax dinilai menjadi fondasi rencana tersebut. IRSX menargetkan kerja sama dengan berbagai penyedia AI lainnya, sehingga ke depan ekosistemnya dapat menawarkan beragam layanan AI dalam satu jalur distribusi dan menjadikan Folago distributor token AI yang besar di Indonesia.

Selain hak distribusi, Folago dapat memakai MiniMax untuk kebutuhannya sendiri di dalam ekosistem, termasuk mempercepat produksi drama pendek, format hiburan vertikal berdurasi satu hingga tiga menit per episode.

MiniMax adalah perusahaan kecerdasan buatan asal Shanghai yang berdiri pada Desember 2021. Para pendirinya adalah Yan Junjie (CEO), Yun Yeyi, dan Zhou Yucong, peneliti computer vision asal SenseTime. 

Pada Maret 2024, MiniMax menghimpun sekitar US$ 600 juta dalam putaran pendanaan yang dipimpin Alibaba dengan valuasi US$ 2,5 miliar, dengan Tencent, HongShan, dan IDG Capital sebagai investor lain. Sahamnya melantai di Bursa Hong Kong pada 9 Januari 2026 dengan kode 0100.

 
IRSX Chart by TradingView

Produk MiniMax mencakup model bahasa seri M, dengan M3 sebagai yang terbaru (dirilis 1 Juni 2026), lini pembuat video Hailuo, dan MiniMax Audio untuk sintesis suara dan musik. 

Model video terbarunya, H3, dirilis akhir Juli 2026 dengan resolusi 2K, audio yang dihasilkan bersamaan dengan gambar (dialog, efek suara, musik), dan fitur referensi untuk menjaga konsistensi karakter.

Bagi Folago, kemitraan ini melanjutkan ekspansi di bidang AI. Lewat anak usahanya, PT Folago Artificial Intelligence Commerce (FAIC), perusahaan mengembangkan produksi AI micro drama, film, musik, iklan televisi, dan live streaming, termasuk lewat platform KreasiKita.

“Teknologi pembuat video AI akan memperkuat kapasitas produksi di segmen micro drama, film, dan musik. Kemitraan ini masuk ke pasar yang sedang tumbuh cepat,” tuturnya. 

Dari sisi bisnis, peran distributor membuka sumber pendapatan baru dari penjualan token di luar produksi konten, sementara akses ke teknologi video MiniMax menambah pilihan mesin produksi bagi FAIC, yang sebelumnya menyebut memakai Dreamina Seedance 2.5.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News