FOLK Masuk Bisnis Pendukung Data Center



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) memperluas lini bisnisnya ke sektor infrastruktur data center melalui Traya Hydro. Langkah ini menandai upaya perseroan untuk menangkap peluang pertumbuhan dari meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia.

Traya Hydro yang 99,9% sahamnya dikendalikan FOLK saat ini berpartisipasi dalam mendukung pembangunan dua proyek data center berskala besar di kawasan Cikarang, Bekasi, melalui penyediaan solusi pengolahan air dan air limbah sebagai bagian dari kebutuhan infrastruktur pendukung fasilitas.

Kedua proyek dikembangkan oleh operator data center internasional yang tengah membangun fasilitas berskala besar di Indonesia. Sesuai dengan ketentuan kerahasiaan yang mengikat para pihak, Perseroan tidak mengungkapkan identitas pemilik proyek maupun nilai kontrak yang diperoleh Traya Hydro.


Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang dari pesatnya pengembangan data center, khususnya di kawasan Cikarang yang kini berkembang menjadi salah satu klaster data center terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Salim Group Akuisisi Usaha Data Center, Sinyal Prospek Cerah Industri Pusat Data

Berdasarkan pengumuman publik para pengembang, nilai investasi yang direncanakan untuk pembangunan data center di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari US$6 miliar. Kapasitas gabungan yang direncanakan melampaui 600 MW, dengan potensi pengembangan hingga 1 GW. Angka ini merupakan informasi publik yang diumumkan masing-masing pengembang dan bukan nilai kontrak FOLK maupun entitas anak usahanya.

Di tengah ekspansi data center, kebutuhan terhadap infrastruktur air turut meningkat. Kebutuhan tersebut mencakup air untuk sistem pendinginan serta air bersih dan pengolahan limbah domestik dari fasilitas yang beroperasi sepanjang waktu.

Ardilla Juli Kristantie, Sekretaris Perusahaan Traya Hydro mengatakan, Traya Hydro membidik kebutuhan tersebut melalui teknologi Membrane Bioreactor (MBR). Teknologi ini memungkinkan air limbah domestik diolah hingga memenuhi baku mutu dan berpotensi digunakan kembali sebagai air nonkonsumsi.

“Kebutuhan fasilitas data center terhadap sistem pengolahan air harus mampu beroperasi tanpa gangguan, hemat ruang, dan menghasilkan air olahan yang dapat digunakan kembali. Fokus kami adalah membuktikan bahwa standar tersebut dapat dipenuhi oleh teknologi dan kapasitas produksi dalam negeri,” ujar Ardilla  dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026). 

Baca Juga: Salim Group Akuisisi Perusahaan Data Center, Sinyal Prospek Cerah Industri Pusat Data

Ia bilang, Traya Hydro memiliki kapabilitas dalam berbagai teknologi pengolahan air dan air limbah, termasuk MBR dan Ultrafiltration (UF). Perseroan juga memiliki fasilitas manufaktur di dalam negeri serta sertifikasi SNI dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Kapabilitas tersebut menjadi modal bagi Traya Hydro untuk mengambil bagian dalam rantai pasok infrastruktur pendukung data center berskala besar, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi pengelolaan air yang efisien dan berkelanjutan.

FOLK menyatakan akan melanjutkan strategi investasi secara disiplin, selektif, dan terukur dengan menyasar sektor yang memiliki fundamental jangka panjang serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

Selain data center, FOLK melihat pengolahan air bersih dan air limbah memiliki prospek seiring pertumbuhan kawasan industri, urbanisasi, serta penerapan standar kepatuhan lingkungan yang semakin ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News