FOMC topang penguatan dollar terhadap yen



JAKARTA. Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve memilih tak menaikkan bunga bulan ini. Tapi, dari hasil pertemuan dua hari pada 28-29 Juli lalu, The Fed menilai ekonomi Amerika masih terus membaik. 

Federal Meeting Open Market Committee (FOMC) kembali menopang penguatan dollar AS. Termasuk, terhadap yen Jepang yang sedang minim sentimen untuk melaju.

Mengutip Bloomberg, Kamis (30/7), pukul 16.33 WIB, pasangan USD/JPY menguat 0,20% ke level 124.19 dibandingkan hari sebelumnya.


Analis PT Monex Investindo Futures Agus Chandra menyatakan, sentimen untuk dollar masih positif karena The Fed tetap mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga pada September. 

AS juga akan merilis revisi angka pertumbuhan ekonomi (advanced-GDP) kuartal I, yang diperkirakan pasar menunjukkan perbaikan dari sebelumnya minus 0,2%.

Sedangkan yen Jepang, menurut Agus, tak banyak disuntik sentimen positif. Data awal produksi industrial Juli Jepang yang diperkirakan naik 0,8% dibanding kontraksi 2,1% di bulan sebelumnya, tidak terlalu membawa dampak positif bagi pergerakan yen.

“Sejauh ini sentimen yen masih kurang. Jadi, sebagian besar pengaruh penguatan USD/JPY pada Kamis (30/7) berasal dari data di Amerika Serikat, yaitu FOMC Statement ini,” kata Agus.

Agus menduga bahwa USD/JPY pada Jumat (31/7) bisa melanjutkan penguatan karena dillar dibalut sentimen positif dari data ekonomi. “Jika data advanced GDP per kuartal I yang dirilis Kamis malam itu bagus, bisa menguatkan dollar lagi,” imbuh Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia