JAKARTA. PT Food Station Tjipinang optimistis menghadapi tahun 2017. Pengelola tunggal Pasar Induk Cipinang ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20%-30% di tahun depan menjadi sekitar Rp 600 miliar-Rp 700 miliar. Tahun ini perusahaan BUMD DKI Jakarta ini menargetkan pendapatan sekitar Rp 550 miliar-560 miliar. Saat ini utiliasasi pabrik Food Station yang berkapasitas 500 ton per bulan telah mencapai 60%-70%. Tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal menambah kapasitas pabrik tersebut. “Sambil kita kejar penjualannya yang masih di bawah kapasitas produksi,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (12/12). Sementara, untuk persediaan maupun harga beras menjalang Natal dan Tahun Baru 2017 menurutnya masih relatif aman. “Kami akan pertahankan persediaan di atas 35.000 ton,” ujarnya.
Food Station bidik pendapatan tumbuh 30% di 2017
JAKARTA. PT Food Station Tjipinang optimistis menghadapi tahun 2017. Pengelola tunggal Pasar Induk Cipinang ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20%-30% di tahun depan menjadi sekitar Rp 600 miliar-Rp 700 miliar. Tahun ini perusahaan BUMD DKI Jakarta ini menargetkan pendapatan sekitar Rp 550 miliar-560 miliar. Saat ini utiliasasi pabrik Food Station yang berkapasitas 500 ton per bulan telah mencapai 60%-70%. Tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal menambah kapasitas pabrik tersebut. “Sambil kita kejar penjualannya yang masih di bawah kapasitas produksi,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (12/12). Sementara, untuk persediaan maupun harga beras menjalang Natal dan Tahun Baru 2017 menurutnya masih relatif aman. “Kami akan pertahankan persediaan di atas 35.000 ton,” ujarnya.