Food Station Tjipinang targetkan Rp 500 miliar



JAKARTA. PT Food Station Tjipinang Jaya menargetkan penjualan beras senilai Rp 500 miliar hingga akhir tahun 2016. Target tersebut meningkat 10% ketimbang realisasi penjualan pada tahun 2015.

Selama ini Food Station Tjipinang mengambil porsi laba bersih sebesar 1,8% dari penjualan. "Tahun ini belum tahu, tapi banyak penugasan operasi pasar, ya laba kami lebih kecil," ujar Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. 

Untuk mengejar target, Food Station Tjipinang menggeber penjualan di jalur tradisional maupun modern. Badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta tersebut mengejar penjualan 10.000 ton-15.000 ton beras per bulan di pasar tradisional dan 500 ton beras di pasar modern.


Jalur penjualan tradisional Food Station Tjipinang antara lain di 153 pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya, dan operasi pasar di kelurahan. Sedangkan pasar modern meliputi Lulu Hypermarket, Lotte Mart, Giant, Ramayana, Indogrosir, Indomaret dan Alfamart. 

Food Station menjajakan beras curah dan kemasan bermerek Food Station (FS). Rata-rata harga beras kemasan  Rp 80.000 per 5 kilogram (kg) atau lebih mahal Rp 300-Rp 400 per kilogram (kg) ketimbang beras curah.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini