Ford Pindahkan Produksi Lincoln dari China ke AS Mulai 2030



KONTAN.CO.ID - DETROIT. Ford Motor mengambil langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan produksi kendaraan Lincoln dari China. Produsen otomotif asal Amerika Serikat (AS) tersebut berencana memindahkan produksi sejumlah model Lincoln dari China ke AS mulai 2030.

Keputusan ini menjadi bagian dari strategi Ford menghadapi tingginya tarif impor kendaraan asal China sekaligus memperkuat basis manufaktur otomotif domestik. CEO Ford Jim Farley menyebut, langkah tersebut sulit, tetapi diperlukan di tengah perubahan kebijakan perdagangan AS.

Salah satu model yang terdampak adalah Lincoln Nautilus, yang selama ini menjadi kendaraan utama Ford yang diimpor dari China ke AS. Ford mengonfirmasi, Nautilus dikenakan tarif impor sebesar 52,5%.


"Kami mengambil keputusan ini segera setelah kebijakan pemerintah ditetapkan. Kami tahu persis apa yang ingin mereka lakukan dan apa artinya bagi Ford," kata Farley mengutip laporan Reuters (13/8). 

Ford akan menjual kendaraan Lincoln yang diproduksi di AS untuk pasar domestik. Perusahaan juga berencana meningkatkan kapasitas produksinya, meski belum mengungkapkan pabrik mana yang akan digunakan untuk memproduksi model-model tersebut.

Selain tarif, keputusan Ford juga dipengaruhi Connected Vehicle Rule yang membatasi penggunaan teknologi dan perangkat keras tertentu asal China pada kendaraan yang dijual di AS. Namun, Farley menegaskan tarif menjadi faktor utama dalam keputusan tersebut.

Baca Juga: Recall 140.000 Ford Ranger di AS: Kabel Rusak Picu Risiko Korsleting Fatal

Langkah Ford mengikuti strategi General Motors (GM) yang sebelumnya telah mengumumkan rencana memindahkan produksi Buick Envision dari China ke AS mulai 2028. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan AS mulai mendorong produsen otomotif mengalihkan rantai produksi ke dalam negeri.

Di sisi lain, Ford menyatakan Lincoln Nautilus kini tidak lagi membutuhkan izin khusus untuk dijual di AS setelah perusahaan berdiskusi dengan Departemen Perdagangan AS. Sebelumnya, Ford membutuhkan persetujuan karena perangkat lunak Nautilus dikembangkan di AS, tetapi dipasang pada kendaraan di China.

Saat ini, Ford telah memiliki basis produksi Lincoln di AS. Model Navigator dirakit di Louisville, Kentucky, sedangkan Aviator diproduksi di Chicago. Kedua model tersebut juga diekspor ke sejumlah pasar, termasuk Kanada, Meksiko, dan Timur Tengah.

Bagi industri otomotif AS, keputusan Ford berpotensi memperkuat produksi domestik. Namun, pemindahan fasilitas produksi juga dapat meningkatkan biaya manufaktur karena struktur biaya produksi di AS umumnya lebih tinggi dibandingkan China. Kebijakan tarif dengan demikian tidak hanya mengubah arus perdagangan kendaraan, tetapi juga mendorong perusahaan menata ulang rantai pasok dan lokasi produksinya.

Baca Juga: Toyota Recall 508.354 Mobil di AS, Diantaranya Camry Hybrid