Ford Pindahkan Produksi Mobil Lincoln dari China ke AS Mulai 2030



KONTAN.CO.ID - DETROIT. Ford Motor berencana memindahkan produksi sejumlah model Lincoln dari China ke Amerika Serikat (AS) mulai 2030. Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat basis manufaktur otomotif AS di tengah kebijakan tarif tinggi terhadap kendaraan yang diimpor dari China.

Chief Executive Officer (CEO) Ford Jim Farley mengatakan keputusan tersebut sulit, tetapi diperlukan untuk menyesuaikan strategi perusahaan dengan kebijakan pemerintahan AS.

"Kami membuat keputusan ini segera setelah kebijakan pemerintahan ditetapkan. Kami tahu persis apa yang ingin mereka lakukan dan kami tahu persis apa artinya bagi Ford," kata Farley kepada Reuters, Rabu (12/8/2026), dalam wawancara bersama Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.


Mobil berbahan bakar bensin maupun kendaraan listrik yang diimpor dari China saat ini dikenai tarif tinggi. Ford mengonfirmasi tarif AS untuk Lincoln Nautilus, yang merupakan model utama Ford yang diimpor dari China, mencapai 52,5%.

Farley mengatakan faktor tarif menjadi pendorong utama Ford untuk memindahkan produksi Lincoln ke AS. Selain tarif, keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh regulasi AS terkait teknologi kendaraan terhubung atau Connected Vehicle Rule.

Baca Juga: AS dan Iran Masih Bersitegang, Kesepakatan Gencatan Senjata di Selat Hormuz Buntu

Produksi Lincoln Diperbesar di AS

Ford berencana menjual Lincoln yang diproduksi di AS di pasar domestik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya signifikan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi di dalam negeri.

Namun, Ford belum mengungkapkan lokasi pabrik yang akan digunakan untuk memproduksi model Lincoln yang saat ini dibuat di China.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menilai kebijakan tersebut memberikan keuntungan bagi produsen yang melakukan manufaktur di dalam negeri.

"Ford memiliki keunggulan. Manufaktur domestik memiliki keunggulan," ujar Lutnick.

Ford bukan satu-satunya produsen otomotif yang memindahkan produksi dari China ke AS. General Motors sebelumnya mengumumkan rencana memindahkan produksi Buick Envision dari China ke AS mulai 2028.

Tarif Jadi Beban Impor Mobil dari China

Selain tarif, produsen otomotif juga menghadapi pembatasan berdasarkan Connected Vehicle Rule. Regulasi tersebut melarang penggunaan sejumlah teknologi dan perangkat keras asal China pada kendaraan yang dijual di AS.

Farley mengatakan kedua regulasi tersebut menjadi pertimbangan Ford dalam mengambil keputusan, tetapi tarif merupakan faktor yang paling menentukan.

Baca Juga: Rusia Serang Pelabuhan Izmail Ukraina, Jalur Ekspor Gandum Terancam Terganggu

Ford sebelumnya termasuk sejumlah perusahaan yang mengajukan permohonan kepada Departemen Perdagangan AS untuk memperoleh izin tetap menjual kendaraan yang berpotensi terkena pembatasan berdasarkan aturan tersebut.

Produsen kendaraan listrik seperti Polestar yang tidak mendapatkan izin menghadapi larangan menjual produk tertentu di pasar AS.

Juru bicara Ford yang berbasis di Dearborn, Michigan, mengatakan setelah berdiskusi dengan Departemen Perdagangan AS, perusahaan menyadari bahwa Lincoln Nautilus tidak lagi membutuhkan izin khusus untuk dijual di AS.

Sebelumnya, Ford menyatakan perangkat lunak Nautilus dikembangkan di AS, tetapi dipasang pada kendaraan di China. Kondisi tersebut membuat Ford memerlukan persetujuan pemerintah agar kendaraan tersebut tetap dapat dijual di AS.

Ford menjual sekitar 34.000 unit Lincoln Nautilus di AS pada tahun lalu.

AS Perketat Aturan terhadap Perusahaan China

Tekanan terhadap produsen otomotif yang memiliki keterkaitan dengan China juga berpotensi semakin meningkat.

Anggota parlemen AS telah mendorong pembatasan yang lebih ketat di luar ketentuan yang telah diberlakukan melalui Connected Vehicle Rule.

Salah satu usulan yang disetujui Komite Perdagangan Senat AS pada Juli 2026 akan melarang perusahaan yang lebih dari 15% sahamnya dimiliki entitas China untuk menjual kendaraan di AS.

Baca Juga: Starlink Mulai Terima Pesanan Layanan Internet Satelit di Vietnam

Apabila aturan tersebut diterapkan, kebijakan itu berpotensi berdampak terhadap sejumlah produsen otomotif global, termasuk Mercedes-Benz, yang dapat menghadapi larangan menjual kendaraan baru di pasar AS.

Ford Perkuat Basis Produksi Lincoln

Ford mengatakan rencana pemindahan produksi tersebut akan memperkuat basis manufaktur Lincoln di AS.

Saat ini, Lincoln telah memproduksi Navigator di fasilitas Louisville, Kentucky, sedangkan Aviator dirakit di Chicago Assembly Plant.

Kedua model tersebut juga diekspor ke sejumlah pasar internasional, termasuk Kanada, Meksiko, dan kawasan Timur Tengah.

Langkah Ford menunjukkan bahwa kebijakan tarif dan pembatasan teknologi yang diterapkan AS terhadap China mulai memengaruhi keputusan strategis produsen otomotif global, termasuk lokasi produksi kendaraan dan rantai pasok mereka.