KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menargetkan pertumbuhan kinerja yang agresif pada tahun ini, dengan fokus pada peningkatan laba bersih dan pendapatan secara signifikan. Optimisme tersebut ditopang oleh strategi ekspansi gerai serta diversifikasi bisnis yang terus diperkuat. Emiten jaringan kedai kopi ini menilai peluang pertumbuhan masih terbuka lebar, seiring meningkatnya permintaan terhadap produk kopi premium dengan harga terjangkau di pasar domestik.
Diversifikasi Bisnis Lewat Fore Donut
Fokus Ekspansi di Kota Tier 1 hingga Tier 3
Fahmi menegaskan bahwa strategi ekspansi akan dibedakan berdasarkan segmen wilayah. "Untuk Fore Donut, ekspansi masih akan difokuskan di kota-kota tier 1. Namun, untuk Fore Coffee Indonesia, lebih dari 40% dari 22 store baru yang kami bangun pada kuartal pertama 2026 justru berlokasi di tier 2 dan tier 3," ujar Fahmi dalam paparan publik virtual, Senin (11/5/2026). Dalam waktu dekat, FORE juga akan membuka gerai baru Fore Donut di sejumlah lokasi strategis seperti Bandara Soekarno-Hatta, Bandung, dan Surabaya.Inovasi Produk Jadi Motor Pertumbuhan
Selain ekspansi gerai, FORE juga mengandalkan inovasi produk sebagai pendorong pertumbuhan. Tahun sebelumnya, perusahaan telah meluncurkan The Prime Series dan Fore Matcha Club untuk kategori minuman, serta roll cake untuk lini makanan. Baca Juga: Fore Kopi (FORE) Bidik Ekspansi Lebih dari 60 Gerai pada 2026 "Ke depan, inovasi berbasis research and development (R&D) yang komprehensif akan terus menjadi DNA kami agar tetap relevan bagi pelanggan," kata Fahmi.Persaingan Ketat Industri Kopi
Di tengah ketatnya persaingan industri kedai kopi, FORE mengklaim memiliki keunggulan pada positioning produk. Perusahaan menawarkan kopi premium dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan merek global. Pada kuartal I-2026, FORE mencatat pertumbuhan same-store sales growth (SSSG) hingga double digit, yang menunjukkan permintaan pasar masih sangat kuat. "Meskipun kondisi makroekonomi cukup dinamis sepanjang tahun lalu, pertumbuhan penjualan kami tetap positif," imbuh Fahmi.Tekanan Biaya dan Strategi Mitigasi
Di sisi lain, FORE juga mewaspadai tekanan biaya dari kenaikan harga bahan bakar dan bahan baku plastik akibat dinamika global, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz. Direktur Utama FORE, Vico Lomar, menegaskan bahwa perusahaan belum akan menaikkan harga produk pada 2026. Vico menyebut perusahaan telah menerima beberapa usulan kenaikan harga dari vendor akibat lonjakan biaya bahan baku plastik. Menurutnya, dampak terbesar berasal dari komponen plastik dalam operasional. Namun, FORE telah mengantisipasi risiko tersebut melalui kontrak jangka tahunan dengan pemasok untuk mengunci harga bahan baku tertentu sepanjang 2026.FORE Chart by TradingView