KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jaringan ritel kopi dan donat, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (
FORE) menargetkan pertumbuhan top line dan bottom line yang signifikan hingga akhir tahun ini. Presiden Direktur FORE Vico Lomar menjelaskan bahwa sepanjang semester I-2026, perusahaan meraup pendapatan Rp 1 triliun, naik 52% secara tahunan dibandingkan semester I-2025. Adapun pada periode yang sama, laba bersih FORE tumbuh 34% yoy menjadi Rp 56,5 miliar, meningkat dari Rp 42 miliar pada semester I-2025.
Baca Juga: Produksi Sapi Lokal Baru Penuhi 30%-40% Kebutuhan, Impor Masih Mendominasi Hingga akhir 2026, FORE optimistis dapat meraih pendapatan dan laba bersih yang meningkat dari tahun lalu. "Ekspektasi pertumbuhan top line perusahaan pada tahun ini adalah sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, sementara ekspektasi pertumbuhan net profit ditargetkan sekitar 70% dibandingkan tahun lalu," ujarnya kepada Kontan, Senin (20/7/2026). Strategi ekspansi tetap menjadi andalan perusahaan hingga akhir tahun. Dalam keterangannya, FORE memaparkan pada semester I-2026 saja, FORE menambah lebih dari 40 gerai baru dengan lebih dari 40% di antaranya berlokasi di kota tier dua dan tier tiga. "Hal ini mencerminkan meningkatnya permintaan atas pengalaman kopi premium di pasar-pasar tersebut," imbuh Vico. Dengan begitu, hingga separuh pertama tahun ini, total gerai aktif di bawah Fore Kopi Indonesia mencapai 363, meningkat dari 259 pada semester I-2025. Bersama dengan 10 gerai aktif Fore Donut dan 4 gerai aktif Fore Coffee Singapura, jaringan grup kini mencakup 377 gerai di lebih dari 60 kota. Setelah merilis dua gerai pertamanya di kuartal IV-2025, Fore Donut membuka delapan lokasi tambahan di semester I-2026 termasuk debut di kota baru Surabaya. Merek ini juga telah memperoleh sertifiaksi halal pada awal Juli 2026 yang dinilai memperkuat kepercayaan konsumen, seiring meningkatnya permintaan atas produk.
Baca Juga: Pendapatan Fore Kopi (FORE) Melonjak 52% di Semester I-2026, Ini Pendorongnya Secara keseluruhan, Vico menyebutkan, strategi disiplin dari sisi produk dan pengalaman pelanggan, menjadi modal penting untuk capaian kinerja pada paruh pertama kemarin. "Kami juga menerapkan disiplin yang sama dalam alokasi modal, memastikan setiap rupiah dari dana hasil IPO dan setiap pembukaan gerai baru dijalankan dengan arah yang jelas menuju imbal hasil bagi pemegang saham," tandasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News