Susu Formula Bayi Ditarik BPOM: Risiko Toksin Cereulide Ancam Kesehatan



KONTAN.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meminta PT Nestle Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi serta importasi produk formula bayi.

Langkah ini diambil sebagai respons atas notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF).

Kebijakan tersebut menyusul ditemukannya potensi cemaran toksin cereulide pada produk S-26 Promil Gold pHPro 1, yakni formula bayi usia 0–6 bulan, dengan nomor izin edar ML 562209063696 serta nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1.


Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan uji sampel dan pengawasan (surveillance) terhadap produk tersebut.

Hasil pengujian menunjukkan kadar cemaran masih berada di bawah ambang batas yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

"Kita lakukan uji sample, uji surveillance. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar cemarannya masih di bawah ambang batas yang dapat menimbulkan masalah, yaitu 0,02,” kata Taruna, dikutip dari Kompas TV, Kamis (15/1/2026).

"Dengan rendahnya itu, maka untuk kehati-hatian BPOM sudah meminta supaya produk tesebut, spesifik yang untuk 0-6 bulan itu ditarik, itu sementara," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil karena produk tersebut dikonsumsi oleh bayi, sehingga potensi risiko harus dicegah sejak dini.

“Karena ini produk untuk bayi, tentu kita harus sangat berhati-hati. Lebih baik mencegah sebelum terjadi keracunan, karena dampaknya bisa fatal,” tegasnya.

Baca Juga: Modus Pinjaman Syariah DSI Terbongkar: Investor Wajib Tahu Pola Skema Ponzi

Gejala keracunan cereulide

Lebih lanjut, Taruna menjelaskan terkait toksin cereulide yang diduga terdapat dalam produk susu formula tersebut.

Menurutnya, cereulide merupakan jenis toksin yang cukup tahan terhadap suhu tertentu.

"Dia gejalanya adalah pertama muntah-muntah terus yang kedua bisa menimbulkan bayi itu tidak mau minum lagi. Padahal kan dia sangat butuh," ujarnya.

"Kemudian ada gejala neurologisnya misalnya anak itu kayak kurang sadar. Kemudian ada gejala lain adalah ada yang diare," sambungnya.

Meski demikian, hingga saat ini BPOM belum menerima laporan atau aduan masyarakat terkait kasus keracunan akibat produk tersebut.

“Apabila ada kejadian, kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke Badan POM karena hal tersebut menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.

Tonton: NATO Kerahkan Pasukan ke Greenland

Ia menambahkan, produk yang masih berada di gudang akan dimusnahkan, sementara produk yang telah terlanjur dikirim ke masyarakat akan ditarik kembali dari peredaran.

Selain itu, BPOM mengimbau masyarakat yang memiliki S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1 untuk segera menghentikan penggunaan produk tersebut.

Konsumen diminta mengembalikannya ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestle Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran, dikutip dari Antara.

BPOM menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan pra-pasar dan pasca-pasar, serta berkoordinasi secara intensif dengan otoritas pengawas obat dan makanan lainnya.

Hal ini guna memastikan seluruh produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Bahaya Toksin Cereulide yang Diduga Ada pada Sufor Ini, BPOM Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai"

Selanjutnya: Simak Jadwal KRL Jogja Solo Akhir Pekan 17-18 Januari 2026, Catat Jamnya

Menarik Dibaca: Simak Jadwal KRL Jogja Solo Akhir Pekan 17-18 Januari 2026, Catat Jamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News