Fortune Indonesia (FORU) Catat Pendapatan Rp 12,99 Miliar di Kuartal I-2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan agensi komunikasi, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) telah melaporan kinerja keuangan kuartal I-2023. Perusahaan ini mengklaim, laju bisnis FORU masih on track dan stabil sesuai dengan peta jalan pemulihan usahanya.

Pendapatan FORU tercatat mencapai Rp12,99 miliar selama periode tiga bulan pertama tahun 2023. 

Chief Executive Officer (CEO) Fortuna Ratna Puspitasari menyatakan, capaian positif FORU didapatkan dari peningkatan kinerja usaha beberapa waktu terakhir dan perbaikan business model Fortuna yang dijalankan secara konsisten. 


Baca Juga: Kinerja Fortune Indonesia (FORU) Membaik pada Tahun 2021, Ini Pendorongnya

“Secara umum perseroan telah mencapai target kinerja yang telah ditetapkan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya kondusif. Berbagai penguatan fondasi usaha konsultan, terus kami jalankan. Kami masih memproyeksikan pendapatan perusahaan akan terus membaik ke depannya,” ungkap Ratna, dalam keterangan resminya, Selasa (20/6). 

Di tengah persaingan antara agensi yang terus meningkat, lanjut Ratna, strategi usaha FORU mengarah pada penggabungan jaringan, yang tidak hanya untuk memperluas jangkauan saja, tetapi juga untuk meningkatkan keahlian dalam menangani berbagai platform media dan teknologi. 

Investasi digital juga diproyeksikan akan makin melampaui iklan televisi komersial (TVC) di masa yang akan datang. Untuk menangkap peluang tersebut, FORU memanfaatkan wawasan berbasis data dan teknologi untuk memaksimalkan jangkauan dan keterlibatan klien ke dalam ranah digital. 

"Komitmen Fortune terhadap keunggulan dan inovasi, membedakan kami di industri ini. Kami memahami kebutuhan yang terus berkembang dari klien-klien kami dan terus berkembang untuk memberikan solusi luar biasa yang mendorong kesuksesan mereka,” tambahnya. 

Baca Juga: Fortune Indonesia (FORU) Berhasil Kantongi Laba pada Tahun Lalu

Sebagai tambahan informasi, posisi aset perusahaan juga memperlihatkan capaian yang stabil sejak tahun buku 2021, dengan posisi terakhir Rp 51,852 miliar di akhir kuartal I-2023. 

Di sisi lain, posisi liabilitas mencapai Rp 15,286 miliar, dari semula Rp 14,528 miliar di akhir tahun buku 2022. Meskipun terjadi penurunan kecil, posisi ekuitas juga cukup stabil, mencapai Rp 36,566 miliar di akhir kuartal pertama 2023, dari Rp 36,643 miliar di akhir tahun buku 2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi