Foxconn bangun pabrik US$ 3,12 miliar di Taiwan



TAIPEI. Hon Hai Precision Industry Co Ltd atau lebih dikenal dengan nama Foxconn Technology Group, tengah menjajaki kerjasama dengan Innolux Corp, produsen layar datar, untuk membangun pabrik di Taiwan. Nilai investasi proyek ini mencapai T$ 86,8 miliar atau sekitar US$ 3,12 miliar.

Langkah Foxconn, produsen komponen elektronik terbesar di dunia,  dengan Innolux merupakan bagian dari upaya diversifikasi bisnis baru. Maklum, selama ini Foxconn lebih dikenal sebagai perakit produk Apple Inc. Awal tahun ini, Foxconn mengakuisisi perusahaan jaringan seluler Taiwan dan penyedia layanan teknologi informasi (TI) Korea Selatan.

Reuters menuliskan, pabrik tersebut akan mulai berproduksi pada semester kedua 2016. Saat ini, Foxconn dan Innolux sedang menyiapkan pembangunan pabrik di selatan Kota Kaohsiung itu, seperti pembelian peralatan.


Semula, pembangunan pabrik ini akan dilakukan tahun 2008. Namun, rencana itu tertunda gara-gara krisis keuangan. Rencananya, pabrik itu akan memproduksi panel polysilicon bersuhu rendah atawa low temperature polysilicon (LTPS) panel, yang terutama digunakan sebagai komponen ponsel pintar.

Berdasarkan pernyataan Innolux, Foxconn mau berinvestasi di pabrik panel LTPS untuk memenuhi permintaan dari konsumen eksklusif. Namun, mereka menolak menjelaskan lebih detail identitas konsumen tersebut.

Di sisi lain, belum terang mengenai pembagian investasi antara Foxconn dan Innolux pada proyek itu lantaran masih menunggu persetujuan akhir dari manajemen kedua perusahaan. Namun, kemungkinan besar Foxconn akan menjadi pemilik mayoritas.

Perwakilan Innolux itu menambahkan, investasi antara kedua belah pihak bisa berupa pembentukan perusahaan patungan baru. Seorang eksekutif Foxconn juga menegaskan rencana tersebut. Saat ini, Foxconn menggenggam 9% saham Innolux melalui investasi anak-anak usahanya.

Sekadar tambahan informasi, Foxconn melaporkan kenaikan laba bersih 11% pada kuartal III-2014 dibandingkan periode sama tahun lalu. Ini berkat permintaan yang kuat dari produk iPhone terbaru.

Editor: Hendra Gunawan