Freeport Sebut Setoran ke Negara Bakal Turun Jadi US$ 2,6 Miliar pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Freeport Indonesia (PTFI) melaporkan bahwa kontribusi terhadap penerimaan negara bakal turun menjadi US$ 2,6 miliar pada tahun 2026. 

Penurunan tersebut mencapai 39,53% jika dibandingkan dengan setoran ke negara pada tahun 2025 lalu yang sebesar US$ 4,3 miliar.

Direktur Utama PTFI, Tony Wenas mengatakan, perhitungan penurunan tersebut berdasarkan asumsi harga tembaga sebesar US$ 6 per pound dan harga emas US$ 4,500 per ounces.


"Kalau kita lihat di tahun 2026 penerimaan negara yang terdiri dari pajak, dividen, dan royalti itu memang menurun menjadi US$ 2,6 miliar dari tahun lalu US$ 4,3 miliar," ujarnya dalam rapat bersama Komisi XII DPR, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Prodia Widyahusada (PRDA) Targetkan Pendapatan Tumbuh hingga 5% pada 2026

Tony mengungkapkan, setoran tersebut juga dibarengi dengan pembagian dividen sebesar US$ 1,1 miliar yang akan disetorkan kepada pemerintah melalui MIND ID.

Kendati demikian, Tony mengklaim, di tahun 2027 penerimaan negara bakal kembali meningkat seiring dengan peningkatan produksi. Dia menyebut, tahun depan, setoran ke kas negara bakal mencapai US$ 4,7 miliar.

"Proyeksi di tahun 2027, sesuai dengan peningkatan produksi kita, penerimaan negara akan bisa mencapai US$ 4,7 miliar, di dalamnya ada US$ 800 juta adalah PNBP termasuk royalti. Kemudian ada pajak, termasuk pajak perseroan badan sebesar US$ 1,9 miliar, dan juga akan ada dividen sebesar US$ 1,9 miliar untuk pemerintah," terangnya.

Lebih lanjut, Tony menambahkan, ketika kapasitas produksi PTFI telah pulih seutuhnya penerimaan negara ditaksir bisa mencapai lebih dari US$ 7 miliar per tahun.

"Dan kita lihat begitu masuk sudah kapasitas produksi penuh, kita lihat bahwa penerimaan negara akan bisa melebihi US$ 7 miliar per tahun. Jadi kalau kita rupiahkan itu kira-kira sekitar Rp 120 triliun per tahun, begitu seterusnya di tahun-tahun ke depan," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya menyatakan, insiden kecelakaan tambang PT Freeport Indonesia pada akhir 2025 turut memengaruhi proyeksi penurunan penerimaan negara pada 2026. 

"Kita tahu bahwa kejadian di tahun 2025 akhir kemarin ya, terjadi kecelakaan tambang yang menyebabkan terowongannya tertimbun lumpur," kata Bambang dalam keterangannya.

Komisi XII DPR memahami penjelasan yang disampaikan PTFI terkait penurunan produksi akibat insiden tersebut, termasuk proses pemulihan yang tengah berjalan. 

Freeport, kata Bambang, menyampaikan optimisme bahwa pemulihan itu akan membawa produksi kembali ke level optimal mulai 2027.

"Dan kita melihat bahwa Freeport cukup optimis bahwa pemulihan yang mereka lakukan itu akan berjalan dengan baik, sehingga kemudian akan memberikan dampak kepada produksi yang optimal. Itu mulai di tahun 2027," katanya.

Baca Juga: Paradise Indonesia (INPP) Andalkan Proyek Baru untuk Kejar Pertumbuhan 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News