KONTAN.CO.ID - Sejumlah supermarket di Swedia mengalami gangguan pada sistem pendingin dan freezer setelah suhu penyimpanan makanan meningkat tajam pada Senin (2/11/2026). Salah satu gerai bahkan menduga insiden tersebut dipicu oleh serangan siber. Operator ritel bahan pangan ICA dan Coop mengonfirmasi bahwa sejumlah gerai mereka terdampak insiden yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin pagi.
Baca Juga: Dolar AS Melemah, Euro Menguat Jelang Pemilu AS dan Keputusan Suku Bunga Salah satu toko di Swedia mengungkapkan melalui media sosial bahwa suhu lemari pendingin dan freezer mereka telah diubah hingga mencapai 50 derajat Celsius atau 122 derajat Fahrenheit. Juru bicara ICA mengatakan, pihaknya mengetahui adanya gangguan yang berdampak pada sistem pendingin dan freezer di sejumlah gerai. "Kami mengetahui bahwa sejumlah gerai terdampak insiden pada malam hari yang memengaruhi sistem pendingin dan freezer mereka," ujar juru bicara ICA melalui surat elektronik dilansir dari
Reuters. Sementara itu, jaringan ritel bahan pangan Coop mengatakan kepada surat kabar Aftonbladet bahwa enam gerainya mengalami insiden serupa. Coop belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar
Reuters. Insiden di Swedia ini mengingatkan pada serangan siber terhadap sistem pendingin supermarket di Prancis pada bulan sebelumnya. Polisi Prancis saat itu menyatakan bahwa peretas berhasil mengambil alih kendali unit pendingin di ratusan supermarket.
Baca Juga: Negosiasi Iran-AS Berlanjut, Proposal Baru Pembukaan Selat Hormuz Disiapkan Serangan berskala besar tersebut menyebabkan kerugian akibat makanan yang rusak hingga kebakaran. Rangkaian kejadian ini menyoroti kerentanan sistem yang terhubung ke jaringan digital, termasuk perangkat pengatur suhu dan pendingin yang digunakan dalam operasional supermarket. Meski belum seluruh insiden di Swedia dipastikan berkaitan dengan serangan siber, kejadian tersebut memperlihatkan risiko gangguan teknologi terhadap rantai penyimpanan dan distribusi bahan pangan.