Frestea Green Tumbuh Belasan Digit Pertahun



JAKARTA. Pangsa pasar minuman siap saji non alkohol masih terbuka lebar. Saat ini, pasokan minuman siap saji non alkohol masih di bawah 40 juta liter per hari. Jumlah ini hanya 20% dari jumlah kebutuhan minum 210 juta penduduk Indonesia per hari.

Dari sekian merek minuman siap saji non alkohol, air minum dalam kemasan memegang porsi paling besar. Sementara di bawahnya, teh kemasan botol dan kotak memegang porsi 18%. Di bawahnya, baru pasar soda dan jus.

Lantaran ceruk pasar masih lebar, persaingan antar merek minuman siap saji non alkohol cenderung kendur. Untuk pasar teh, Sosro sebagai pemimpin pasar masih kuat mencengkeram 60% pangsa pasar teh kemasan di tanah air. Cuma, saban tahun pasar Sosro makin ciut lantaran banyak pabrikan dan kemasan baru bermunculan.


Misalkan saja Frestea Green. Minuman besutan Coca Cola dan Nestle ini masuk mulai tahun 2002. Tahun 2005, Frestea Green diluncurkan dan mendapat sambutan hangat.

"Saat itu, Frestea Green menjadi minuman teh kemasan botol pertama yang diproduksi secara massal. Sehingga, bisa masuk ke pasar tradisional," ujar Arif Mujahidin, Media Relations Manager Coca-Cola Indonesia kepada KONTAN (5/2).

Sampai saat ini, Arif mencatat penjualan Frestea Green masih nomor satu di jaringan ritel modern. bahkan untuk menarik lebih banyak pembeli, Coca Cola meluncurkan varian rasa Frestea Green yang baru, yaitu Frestea Green My Body dengan kandungan aloe vera dan ginseng.

Arif bilang, walaupun krisis melanda, namun pihaknya percaya pasar minuman siap saji non alkohol bakalan tetap tumbuh. "Kompetisi yang ada saat ini malah bagus karena bakalan semakin memperluas pangsa pasar," tandas Arif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News