KONTAN.CO.ID - LONDON. Indeks saham unggulan Inggris FTSE 100 ditutup melemah ke level terendah dalam lebih dari dua pekan pada perdagangan Kamis (4/6/2026), seiring tekanan pada saham-saham perbankan yang memiliki eksposur ke Asia serta penurunan harga minyak mentah yang menekan sektor energi. Indeks FTSE 100 turun 0,5% menjadi 10.281,65 poin pada pukul 11.44 GMT (18:44 WIB), menyentuh level terendah sejak pertengahan Mei. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi menengah FTSE 250 melemah tipis 0,1%.
Saham Perbankan Terkoreksi Tajam Akibat Sentimen China
Saham bank besar yang memiliki eksposur ke pasar Asia menjadi pemberat utama indeks. HSBC dan Standard Chartered masing-masing melemah 4,8% dan 6,4% setelah laporan media menyebutkan bahwa warga China daratan menghadapi pembatasan lebih ketat dalam membuka rekening offshore di bank-bank besar Hong Kong.
Baca Juga: Sultan Brunei Reshuffle Kabinet, Dua Putranya Diangkat Jadi Menteri Tekanan juga dialami sektor asuransi. Prudential yang fokus pada pasar Asia turun 6,7% dan tercatat menuju penurunan harian terbesar sejak Februari.
Sektor Tambang dan Energi Ikut Tertekan
Sektor pertambangan logam industri juga melemah, mengikuti penurunan harga logam dasar. Saham Antofagasta dan Rio Tinto masing-masing turun sekitar 3%. Sektor energi turut melemah seiring turunnya harga minyak dunia. Saham raksasa energi Inggris Shell dan BP masing-masing turun lebih dari 1%. Penurunan harga minyak terjadi setelah perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Israel dan Lebanon dilaporkan menyepakati gencatan senjata baru melalui perundingan yang dimediasi Amerika Serikat. Kesepakatan ini meningkatkan harapan stabilitas regional, sekaligus menekan harga minyak mentah yang sebelumnya naik akibat ketegangan geopolitik. Harga minyak tercatat turun lebih dari 3% setelah kabar tersebut.
Baca Juga: Bank of Japan Diperkirakan Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi Sejak 1995 S4 Capital Anjlok, CMC Markets Melonjak
Di sisi lain, saham S4 Capital anjlok 8,7% setelah Ketua Martin Sorrell menyatakan bahwa pertumbuhan pendapatan dan perbaikan margin perusahaan belum memadai di tengah tekanan perlambatan industri periklanan akibat ketidakpastian ekonomi global. Sebaliknya, CMC Markets justru melonjak 15,8% setelah perusahaan platform perdagangan tersebut memproyeksikan laba tahunan yang berada di atas ekspektasi pasar. Dari sisi data ekonomi, aktivitas sektor konstruksi Inggris mengalami perlambatan paling tajam dalam enam tahun terakhir pada bulan lalu. Kondisi ini dipicu oleh ketidakpastian ekonomi serta meningkatnya inflasi akibat dampak konflik Iran, yang menekan permintaan proyek-proyek baru secara signifikan.