FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Saham Indonesia, Begini Prospek Reksadana Saham



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Reksadana saham diproyeksi tetap menarik bagi investor. Fundamental ekonomi dan kinerja emiten menjadi sejumlah faktor penentu kinerja reksadana saham ke depan. 

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution, Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan mengatakan, keputusan FTSE Russell yang tetap menempatkan Indonesia dalam kategori secondary emerging market pada dasarnya menjaga status quo di mata investor global.

Menurutnya, tidak ada katalis negatif tambahan, namun juga belum ada pemicu arus dana pasif yang signifikan. Dalam konteks ini, Reza melihat prospek reksadana saham akan semakin ditentukan oleh kekuatan fundamental domestik dan kemampuan manajer investasi dalam menghasilkan alpha. 


“Kami melihat kondisi ini justru memperkuat relevansi strategi aktif, di mana pendekatan multistrategi seperti long bias dan contrarian value menjadi penting untuk menangkap peluang di tengah pasar yang lebih selektif,” ujar Reza kepada Kontan, Jumat (10/4/2026). 

Baca Juga: Gangguan Timur Tengah Pangkas Pasokan Minyak, Saham Energi Masih Prospektif

Reza menyampaikan sejumlah sentimen utama yang perlu dicermati untuk melihat kinerja reksadana saham meliputi arah kebijakan suku bunga global, stabilitas nilai tukar, serta dinamika harga komoditas dan energi. Selain itu, perkembangan geopolitik dan arah kebijakan domestik akan tetap menjadi faktor yang mempengaruhi risk appetite investor.

Di sisi domestik, kinerja laba emiten dan daya beli masyarakat akan menjadi penopang utama pasar. Dalam kondisi ini, pasar cenderung bergerak volatil dan berbasis sektor, sehingga pendekatan yang mengombinasikan analisis makro dan bottom-up stock selection menjadi krusial. 

Reza menambahkan strategi HPAM dalam pengelolaan reksadana saham. Sebagai growth partner, Henan Asset menerapkan pendekatan multistrategi yang terintegrasi, mencakup long bias, contrarian value, beta management, dan momentum. Long bias diarahkan pada pemimpin industri yang memiliki kemampuan bertahan dalam volatilitas siklus. 

Adapun, contrarian value digunakan untuk mengidentifikasi saham undervalued yang belum dihargai pasar. Beta management berperan dalam mengelola eksposur pasar secara keseluruhan, sementara momentum dimanfaatkan secara selektif pada saham dengan tren kuat yang didukung fundamental. 

Seluruh strategi ini dijalankan melalui mekanisme investasi yang disiplin dan terstruktur, dimulai dari idea generation berbasis analisis top-down dan bottom-up, dilanjutkan dengan penyusunan investment universe, pembahasan di investment committee, hingga portfolio construction yang menyeimbangkan risiko dan imbal hasil. 

Pengelolaan tidak berhenti pada eksekusi, tetapi dilanjutkan dengan risk management berbasis kerangka kuantitatif, performance monitoring dan reporting yang transparan, serta proses rebalancing dan ex-post analysis untuk memastikan portofolio tetap adaptif dan selaras dengan kondisi pasar. 

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto juga menilai prospek reksadana saham terbilang bagus setelah Keputusan FTSE Russell karena mengurangi satu ketidakpastian. Ia juga berharap agar MSCI tidak mendowngrade Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau pasar saham Indonesia. 

Rudiyanto mengatakan bahwa kinerja laporan keuangan, pembagian dividen, dan tren harga komoditas unggulan ekspor Indonesia merupakan sejumlah sentimen yang perlu dicermati untuk melihat kinerja reksadana saham ke depan. 

Terkait strategi pengelolaan reksadana saham, Rudiyanto mengatakan bahwa Panin Asset Manajemen (Panin AM) menyoroti sektor energi dan komoditas. “Kami overweight di sektor energi dan komoditas,” ucap Rudiyanto. 

Terkait target return, Rudiyanto menuturkan bahwa Panin AM tidak menargetkan return, akan tetapi mengupayakan agar kinerja reksadana saham yang dikelola Panin AM mencetak return di atas IHSG. 

Sementara Reza menyebut dalam kondisi pasar yang masih dinamis, pendekatan HPAM tidak berfokus pada target jangka pendek, tetapi pada konsistensi kinerja yang berkelanjutan. HPAM mengedepankan pengelolaan portofolio yang disiplin, adaptif, dan berbasis risiko, sehingga tetap mampu menjaga keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan mitigasi volatilitas. 

“Sebagai growth partner, pada kuartal II – 2026 secara khusus, fokus utama Henan Asset adalah memastikan portofolio tetap resilien di berbagai kondisi pasar, serta mampu menangkap peluang secara optimal melalui pendekatan multistrategi dan multidisiplin yang terintegrasi,” jelas Reza. 

Seperti diketahui salah satu produk reksadana saham milik Panin AM adalah Panin Dana Syariah Saham. Mengutip fund fact sheet-nya per Maret 2026, kebijakan investasi Panin Dana Syariah Saham adalah sekitar 90,68% saham dan 9,32% pasar uang. Jika dilihat dari sektornya, portofolio investasi saham di sektor energi 17,3%, sektor perindustrian 17,2%, sektor barang baku 12,7%, dan sisanya tersebar dalam sektor lainnya. 

Adapun salah satu produk reksadana HPAM adalah HPAM Syariah Ekuitas. Mengutip fund fact sheet-nya per Maret 2026, kebijakan investasi HPAM Syariah Ekuitas adalah sekitar 85% saham, 14% deposito berjangka, serta 1% kas dan setara kas. Jika dilihat dari sektornya, portofolio investasi saham di sektor perindustrian 31,1%, sektor keuangan, 24,2%, sektor barang konsumen siklikal 18% dan sisanya tersebar dalam sektor lainnya.

Baca Juga: Modal Ekspansi, Zyrexindo (ZYRX) Peroleh Kredit Rp 178,8 Miliar dari Bank Permata

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News