Fulus APLN tertopang pendapatan berulang



JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP) atas tanah dan bangunan di Jakarta. Besaran kenaikan bervariasi, antara 120%- 240%. Kebijakan ini akan diterapkan tahun ini.

Kenaikan NJOP berpotensi meningkatkan beban transaksi properti yang lebih tinggi. Namun, kata analis, kebijakan tersebut tidak akan berpengaruh besar ke emiten properti, seperti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Melvina Wildasari, analis Trimegah Securities mengatakan, APLN sudah mempunyai strategi tersendiri dalam menyiasati kenaikan NJOP. Salah satunya, mengalihkan beban kepada pembeli.  


Leonardo Henry Gavaza, analis Bahana Securities sependapat, kenaikan NJOP tak terlalu membebani APLN. Justru, beban terberat bagi APLN dari ancaman penurunan permintaan apartemen. Ini karena, tingkat bunga kredit yang tinggi dan beleid pengetatan rasio pinjaman terhadap aset alias loan to value (LTV) bagi kredit perumahan dan apartemen. “Ini yang bisa menurunkan marketing sales sampai 10%,” kata Leonardo.

Tapi, Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities yakin, kinerja APLN tahun ini masih akan bertumbuh. Sebab, proyek apartemen yang dibangun APLN di Pluit dan Makasar sudah bisa dijual tahun ini. Nah, ini bisa mendongkrak penjualan APLN.  

Leonardo pun yakin, pertumbuhan pendapatan APLN di 2014 masih bisa naik 92%. Pertumbuhan ini karena, APLN mendapatkan hasil dari penjualan tanah mereka di Karawang, Jawa Barat.

Beberapa waktu lalu APLN, melalui anak usahanya, PT Alam Makmur Indah telah menjual lahan seluas 216 hektare (ha) ke perusahaan Taiwan yang bernama PT AUA Development. Total nilai jual tanah mencapai Rp 1 triliun. Angka tersebut naik dua kali lipat dibandingkan dengan harga beli Rp 502 miliar.  “Sebenarnya deal penjualan tanah itu di 2013, tapi kita belum tahu itu masuk ke pendapatan tahun 2013 atau 2014 ini,” kata Leonardo.

Tak hanya itu, APLN juga masih beruntung lantaran memiliki beberapa aset yang bisa menjadi ladang pendapatan berulang alias recurring income. APLN juga tengah berupaya menggenjot pendapatan berulang dengan meningkatkan jumlah mal dan hotel yang beroperasi. "APLN meningkatkan pendapatan berulang tak hanya di Jakarta tapi juga dari proyek di kota lain seperti Bandung dan Balikpapan," ujar Leonardo.

Di tahun ini, emiten properti ini juga telah menyiapkan sejumlah agenda, seperti akuisisi tiga bidang lahan. Yaitu dua bidang lahan di Jakarta dan satu lahan di Surabaya.

Reza memperkirakan, pendapatan APLN bisa mencapai Rp 5,3 triliun di tahun ini. Angka ini naik 13,49% dari estimasi pendapatan APLN di 2013, sebesar Rp 4,67 triliun. Sedangkan laba bersih APLN bisa tumbuh 12,6% menjadi Rp 845 miliar dari proyeksi laba tahun 2013 sebesar Rp 750 miliar.

Dus, Reza pun merekomendasikan buy saham APLN dengan target harga Rp 270. Sementara, Melvina menyarankan, hold saham APLN dengan target harga Rp 250.

Adapun, Leonardo menyarankan buy saham APLN dengan target harga Rp 300. Harga ini mencerminkan price earning ratio (PER) sebesar 4,3 kali. Harga saham APLN naik 4,42% ke Rp 236 per saham, Selasa (21/1).    

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana