Fulus Melimpah dari Bisnis Sajadah Cetak Digital



h090904_16_sajadahBARLIAN Tata Winarta, pebisnis di Jakarta, mulai memproduksi sajadah dengan metode cetak digital atau digital printing sejak tiga bulan lalu. Inovasi terbaru Barlian ini berawal dari permintaan agen dan distributornya. Meski baru tiga bulan membuat sajadah digital printing, Barlian sendiri telah terjun ke bisnis cetak digital sejak dua tahun lalu dengan bendera CV Media Digital Printing. Produk sajadah buatan Barlian menggunakan bahan flexy outdoor, layaknya bahan pembuat banner. Meski memakai cetak digital, "Gambar di atas sajadah bisa tahan dua tahun, yang penting tidak terkena bahan tiner atau bensin," kata Barlian berpromosi. Pembuatan sajadah tersebut mengandalkan komputer dan mesin cetak digital dengan kapasitas besar. Proses diawali dengan menyalin gambar masjid yang diinginkan. Selanjutnya dengan menggunakan komputer, dibuat desain sajadah beserta pinggirannya. Desain kemudian ditransfer ke komputer produksi yang sudah terkoneksi langsung dengan mesin cetak digital atau printer. Di dalam mesin sudah disiapkan gulungan bahan flexy outdoor. Lalu, proses pencetakan dimulai. Sekitar 5 menit - 10 menit, sajadah hasil cetak diangin-anginkan agar kering. Kemudian, sajadah dipotong sesuai ukurannya, dan bagian pinggirnya dilipat, lalu dilem. Konsumen bisa memesan desain sajadahnya sendiri atau memakai desain Barlian. Saat ini, ada sekitar 36 total desain sajadah digital printing yang tersedia. Selain digunakan sendiri, ada juga konsumen yang membeli sajadah ini sebagai cindera mata. "Apalagi menjelang Lebaran seperti kali ini, sudah banyak yang memesan, baik itu individu, perusahaan atau bahkanpartai," tandasnya. Barlian bilang, kelebihan sajadah cetak ini adalah bobotnya yang ringan dan mudah dibersihkan, "Cukup menggunakan lap saja," tandasnya. Selain di Jakarta, sajadah buatan Barlin sudah menyebar ke berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa timur, Jawa Tengah, Banjarmasin, Lampung, hingga Palu. Untuk memperluas usahanya, pria kelahiran Palembang 33 tahun yang lalu ini juga membuat suvenir sajadah yang ia pasarkan di tiga mesjid terkemuka, yaitu Mesjid At tin di TMII, Mesjid Dian Al Masri (Kubah Emas) di Depok, dan Mesjid Istiqlal di Gambir. "Saya ambil cara ini sebab banyak banyak orang berziarah ke mesjid itu dan mencari cinderamata," ujarnya. Produksi sajadah Barlian rata-rata sebesar 75 lembar per hari. Ini belum termasuk produksi 120 lembar per bulan yang ia pasok ke toko dan sebagai suvenir masjid. Harga jual tergantung ukuran. Barlian melego sajadah dewasa ukuran 60 cm x 120 cm seharga Rp 30.000 per lembar untuk ritel, dan Rp 12.500 per lembar di untuk agen. Adapun sajadah anak ukuran 40 cm x 60 cm ia lepas Rp 15.000 - Rp 20.000 untuk pembeli ritel, sedang untuk agen harganya sebesar Rp 10.000 per lembar. Dari penjualan sajadah cetak digital ini, Barlian mengaku bisa mengumpulkan omzet hingga sekitar Rp 180 juta per bulan, dengan margin laba 50% untuk penjualan langsung, dan 30% jika berjualan lewat agen.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: