Fundamental Indonesia stabil, rupiah ditutup menguat pada hari ini (5/4)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data ekonomi domestik menyokong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sentimen risk on yang mulai kembali muncul membuat rupiah menguat kembali.  

Senin (5/4), rupiah di pasar spot menguat 0,07% ke Rp 14.515 per dolar AS. Sementara, kurs Jisdor, rupiah tercatat menguat 0,30% ke level Rp 14.533 per dolar AS. 

Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penguatan rupiah disokong sentimen domestik yang positif. Di mana, indeks manufaktur Indonesia capai rekor tertinggi selama satu dekade untuk periode bulan Maret saat berada di level 53,2. 


Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menambahkan, rupiah perkasa karena fundamental ekonomi Indonesia menguat. Pemicunya, data current account deficit dan balance of payment dalam kondisi baik. 

Serapan yang baik dari kebijakan fiskal yang masif dari pemerintah AS juga memunculkan sentimen risk on pelaku pasar. Lihat saja, rilis data tenaga kerja AS menunjukkan aktual data yang lebih baik dari pekan lalu. 

"Sentimen risk on juga menjadi salah satu pemicu terhadap permintaan rupiah," jelas Ahmad. 

Baca Juga: Rupiah Jisdor akhirnya rebound ke Rp 14.533 per dolar AS pada hari ini (5/4)

Baca Juga: Rupiah ditutup menguat ke Rp 14.515 per dolar AS pada hari ini (5/4)

Namun, David memproyeksikan pergerakan rupiah cenderung terbatas. Karena, pelaku pasar bersikap wait and see terhadap data kinerja keuangan kuartal II-2021. 

Selain itu, pergerakan rupiah untuk Selasa (6/4) akan bergantung pada kinerja bursa AS di awal pekan ini. Jika bursa AS menghijau, rupiah berpotensi kembali lanjutkan penguatan untuk perdagangan besok.

David memproyeksikan, pergerakan rupiah untuk besok berada dalam rentang Rp 14.490 per dolar AS hingga Rp 14.540 per dolar AS. Sementara, Ahmad menebak, rupiah masih bisa menguat dalam kisaran Rp 14.445-Rp 14.580 per dolar AS.

Selanjutnya: Begini strategi Sido Muncul (SIDO) kejar target pertumbuhan kinerja 10% di tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari