Fundamental Membaik, Tekanan Eksternal Masih Bayangi Laju Saham GOTO



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mulai membalikkan keadaan dengan mencetak kinerja positif pada tahun ini, meski pergerakan harga sahamnya di bursa masih diselimuti dinamika tekanan eksternal.

Berdasarkan data pergerakan pasar, saham GOTO ditutup menguat di level Rp 24,00 per saham. Posisi ini mencatatkan kenaikan 1,00 poin atau menguat 4,35% dibandingkan harga penutupan sebelumnya di level Rp 23,00, dengan rentang fluktuasi harian yang bergerak dari titik terendah Rp 23,00 hingga menyentuh level tertinggi di Rp 25,00.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, capaian laba sebesar Rp 1,16 triliun hingga kuartal III 2026 merupakan perbaikan fundamental yang sangat penting karena menjadi bukti bahwa emiten teknologi tersebut telah berhasil keluar dari fase rugi.


Baca Juga: Bitcoin Tertekan Peretasan Binance, Investor Bisa Cermati Peluang Ini

Prospek pertumbuhan perusahaan ke depan kini sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam mempertahankan margin keuntungan operasional, efisiensi anggaran promosi, serta akselerasi layanan keuangan digital di tengah pemberlakuan batas komisi ojek daring sebesar 8%.

Meskipun secara internal kondisi keuangan telah membaik dan ditopang oleh rencana eksekusi pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp 3,5 triliun, saham GOTO masih rentan tertekan oleh faktor di luar kinerja fundamental.

Keluarnya emiten ini dari indeks MSCI memicu sentimen aksi jual pasif yang masif, diperberat oleh tren outflow (arus keluar) dana investor asing yang masih mengalir deras di pasar saham domestik.

"Selain itu, jumlah saham beredar yang sangat besar membuat harga sulit bergerak naik tanpa permintaan yang kuat, sementara pasar masih mencermati dampak kebijakan komisi terhadap margin ke depan," ungkap Abida kepada Kontan, Jumat (30/10/2026).

Oleh karena itu, di tengah besarnya tantangan eksternal yang mengepung saham kapitalisasi besar ini, kehati-hatian investor dalam mengambil posisi beli sangat diperlukan.

Baca Juga: BEI Rilis IDX Commodity 20, Investor Cermati Peluang Saham Komoditas

"Bagi yang tertarik, pendekatan akumulasi bertahap dengan porsi terbatas lebih bijak mengingat volatilitas dan sentimen pasar yang masih menekan," tambah Abida.

Sebagai panduan ke depan, pelaku pasar disarankan untuk memfokuskan perhatian pada konsistensi kemampuan perusahaan dalam mencetak laba dan menjaga stabilitas arus kas dari kuartal ke kuartal, alih-alih sekadar tergiur oleh pencapaian sesaat di satu periode.

Selain itu, faktor kelancaran eksekusi program buyback, adaptasi emiten terhadap regulasi batas komisi, serta arah pergerakan arus dana asing di bursa tetap harus dipantau ketat sebagai indikator utama sebelum mengambil keputusan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News