FWD Insurance Perkuat Literasi Keuangan, Bidik 2.700 Siswa Lewat Pelatihan Guru



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) memperluas program literasi keuangan dengan menyasar tenaga pendidik sebagai agen edukasi di sekolah.

Melalui program FWD Financial Literacy for Educators, perusahaan menargetkan sekitar 2.700 siswa memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Baca Juga: OK Bank Perkuat Dana Murah untuk Jaga Likuiditas di Tengah Proyeksi Perlambatan DPK


Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

"Kami ingin memperkuat kapasitas guru dengan memberikan pembekalan pembelajaran keuangan yang relevan agar dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat pada siswa, sekaligus menjadi wujud komitmen FWD Insurance dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).

Program tersebut melibatkan 30 guru ekonomi tingkat SMA dari berbagai sekolah di Jakarta selama periode Februari hingga Juni 2026.

Baca Juga: Samir Terapkan Sejumlah Upaya Ini Dalam Menjaga Kualitas Portofolio Pembiayaan

Melalui pelatihan tersebut, FWD Insurance berharap materi literasi keuangan dapat diteruskan kepada sekitar 2.700 siswa dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, FWD Insurance bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) untuk menyusun modul pembelajaran, menyelenggarakan pelatihan, serta mengembangkan materi asesmen sebagai bagian dari proses sertifikasi guru.

Perusahaan juga menggandeng sejumlah mitra untuk membantu penyusunan materi pembelajaran dan evaluasi agar isi pelatihan tetap relevan dengan kebutuhan proses belajar mengajar di sekolah.

Rudy menegaskan, FWD Insurance akan terus menghadirkan berbagai program edukasi guna mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Baca Juga: Asippindo Sebut Industri Penjaminan Dapat Terapkan Upaya Ini Guna Menekan Rasio Klaim

Sementara itu, Deputi Direktur Pelaksana Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Halimatus Sa'diyah mengatakan, pendidikan keuangan perlu ditanamkan sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan.

"Salah satu yang memainkan peran penting dalam memperluas jangkauan pendidikan keuangan kepada generasi muda adalah guru," ujarnya.

Ia berharap inisiatif tersebut dapat mendorong semakin banyak generasi muda memiliki pemahaman keuangan yang baik sehingga mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News