FWD Insurance Tangkap Pergeseran Minat Asuransi di Kelas Menengah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan Finansial yang dirasakan kelas menengah mendorong perubahan perilaku dalam mengelola keuangan, termasuk saat memilih produk asuransi.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan PT FWD Insurance Indonesia dan Ipsos Indonesia terhadap seribu responden kelas menengah Indonesia di usia 21-60 tahun, 66% responden mengalami tekanan finansial. Kondisi ini dipicu oleh kenaikan biaya hidup, ketidakpastian penghasilan, dan biaya kesehatan yang tinggi.

Meski begitu, Associate Director Ipsos Indonesia Oscar Simamora menilai, kondisi ini lebih memengaruhi pola pengeluaran ketimbang menekan konsumsi.


"Jadi daya belinya itu tidak akan drop sebenarnya, tetapi lebih ke (perubahan) pengalokasian prioritas mereka," ujarnya di kawasan Jakarta Selatan, Senin (13/4/26).

Baca Juga: OJK Lakukan Penyempurnaan Ketentuan Terkait Produk Unitlink

Senada dengan itu, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Indonesia, Rudy F. Manik menyebut bahwa saat ini, setiap generasi sedang dihadapkan pada tekanan dan memiliki prioritas finansial yang berbeda.

"Kami melihat bahwa masyarakat Indonesia saat ini menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks," katanya.

Hal itu membuat masyarakat kini cenderung mengalokasikan dana pada kebutuhan yang lebih esensial dan produk yang memiliki manfaat jelas, termasuk dalam pemilihan produk asuransi.

Misalnya, Generasi X kini mulai berfokus pada perlindungan aset dan menghadapi risiko inflasi serta potensi kehabisan dana di masa pensiun sehingga membutuhkan produk dengan stabilitas jangka pajang.

Sementara itu, generasi Y menghadapi tekanan finansial lebih kompleks karena harus memenuhi kebutuhan keluarga sehingga cenderung memilih produk yang bisa memberikan proteksi diri, keluarga, dan memastikan keamanan finansial masa depan.

Adapun generasi Z lebih fokus untuk mencapai kemandirian finansial sehingga akan memilih produk yang lebih sederhana dan terjangkau.

Untuk menjawab tantangan ini, FWD telah menyiapkan sejumlah produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah lintas segmen.

Baca Juga: LKM BKD Ponorogo Mengaku Akses SLIK untuk Kredit Mikro Masih Terbatas

Beberapa di antaranya adalah FWD Asuransi Jiwa, FWD Rencana Sejahtera (produk syariah), dan FDW Whole Life Protection.

Di sisi lain, FWD terus mendorong digitalisasi sebagai bagian dari strategi bisnis. Kanal digital commerce menjadi salah satu pendorong penjualan, terutama di kalangan generasi muda.

Perusahaan juga menghadirkan aplikasi bernama FWD Omne yang memungkinkan nasabah mengakses dan memantau polis, termasuk perkembangan manfaat dan investasi, seiring meningkatnya kebutuhan akan kemudahan dan transparansi layanan.

Sebagai informasi, per Maret 2026 FWD Insurance membukukan pendapatan premi sebesar Rp381,4 miliar, sedangkan jumlah beban klaim dan manfaat sebesar Rp438,4 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News