KONTAN.CO.ID - Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) kembali menjadi perhatian pasar setelah harga sahamnya melonjak dalam beberapa perdagangan terakhir. Penguatan tersebut terjadi bersamaan dengan perubahan struktur pemegang saham setelah Gabriel Rey dan Andry Hakim mengambil alih total 20% saham perseroan dari PT Catur Dharma Anugerah Surya. Pada perdagangan 22 September 2026, saham TRUK ditutup di level Rp1.715 per saham, naik 9,94% atau Rp155 dan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
Berdasarkan data yang digunakan pada 23 September, saham TRUK tercatat naik 32,43% dalam sepekan, atau bertambah Rp420.
Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya Gabriel Rey dan Andry Hakim Masuk ke TRUK
Melansir laman
BEI, perubahan terbesar yang menjadi perhatian pasar terjadi pada 18 September 2026. PT Catur Dharma Anugerah Surya melepas seluruh 87 juta saham TRUK atau sekitar 20% kepemilikannya. Saham tersebut kemudian dibeli oleh dua entitas.
| Pembeli | Saham | Kepemilikan | Harga transaksi | Nilai |
| PT Pukul Rata Kanan | 65,25 juta | 15% | Rp428 | Rp27,93 miliar |
| PT Hakimson Growth Capital | 21,75 juta | 5% | Rp428 | Rp9,31 miliar |
| Total | 87 juta | 20% | Rp428 | Rp37,24 miliar |
PT Pukul Rata Kanan dikaitkan dengan Gabriel Rey, pendiri dan CEO TRIV, sedangkan PT Hakimson Growth Capital dikaitkan dengan Andry Hakim. Dengan transaksi tersebut, Andry Hakim melalui Hakimson Growth Capital menguasai 5% saham TRUK.
Baca Juga: Dividen Jumbo INDF Segera Cum Date, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya Saham TRUK Naik 32,43% Sepekan
Perubahan kepemilikan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan harga saham TRUK. Pada 16 September 2026, saham TRUK berada di Rp1.180. Harga kemudian naik menjadi Rp1.295 pada 17 September, Rp1.420 pada 18 September, Rp1.560 pada 21 September, dan mencapai Rp1.715 pada 22 September. Jika menggunakan periode sepekan sesuai data yang Anda berikan, saham TRUK berada di Rp1.715, naik Rp420 atau 32,43%. Pada perdagangan 22 September, kenaikan harian TRUK mencapai 9,94% dan menyentuh ARA. Data historis menunjukkan saham juga mencatat kenaikan harian sekitar 9,65%–9,86% pada beberapa sesi sebelumnya. Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek lini bisnis hingga kinerja keuangan terbaru.
Baca Juga: Saham Melesat, Cek Profil Emiten PICO, Lini Bisnis, hingga Kinerja Terbarunya Profil Saham TRUK
PT Guna Timur Raya Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor transportasi, khususnya jasa pengangkutan dan pengurusan transportasi atau freight forwarding. Perseroan berdiri pada 29 Februari 1980 dan didirikan oleh Budi Gunawan. Saham TRUK tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 23 Mei 2018. Data KSEI menunjukkan TRUK memiliki 435 juta saham yang tercatat, dengan nominal Rp100 per saham.
Lini Bisnis TRUK
Kegiatan utama Guna Timur Raya adalah jasa transportasi darat dan freight forwarding. Perseroan menyediakan solusi pengangkutan terintegrasi bagi pelanggan, termasuk kebutuhan transportasi untuk berbagai jenis produk. Dalam kegiatan freight forwarding, layanan perseroan mencakup sejumlah aktivitas, antara lain:
- Pemeriksaan barang.
- Penyimpanan.
- Sortasi.
- Pengepakan.
- Pemindahan barang.
- Pengukuran dan penimbangan.
- Pengurusan dokumen transportasi.
- Penerbitan dokumen angkutan.
- Pengurusan klaim pengiriman.
- Penyelesaian tagihan dan biaya pengiriman.
Perseroan juga memiliki kegiatan penunjang berupa pergudangan, jasa pelabuhan dan kepabeanan, import/export forwarding, perbaikan dan pemeliharaan, serta jasa kontainer. TRUK juga memiliki entitas anak, PT Guna Artha Logistik (GAL), yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi atau freight forwarding untuk pengiriman melalui darat, laut, dan udara.
Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini Kinerja Keuangan TRUK Semester I 2026
Merangkum data
BEI, pendapatan TRUK mencapai sekitar Rp19,24 miliar, turun tipis dari Rp19,62 miliar pada semester I 2025. Sementara itu, perseroan membukukan rugi bersih Rp3,76 miliar, lebih besar dibandingkan rugi bersih Rp3,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
| Kinerja | 6M 2026 | 6M 2025 | Perubahan |
| Pendapatan | Rp19,24 miliar | Rp19,62 miliar | -2,0% |
| Laba kotor | Rp2,7 miliar | Rp2,9 miliar | -6,9% |
| EBITDA | -Rp0,6 miliar | Rp0,5 miliar | -209,0% |
| Laba bersih | -Rp3,76 miliar | -Rp3,13 miliar | Kerugian meningkat |
Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga saham TRUK belakangan ini terjadi ketika perseroan masih membukukan rugi bersih, sehingga perkembangan harga saham dan kinerja operasional perlu dilihat sebagai dua hal yang berbeda.
Baca Juga: Dividen JSMR Segera Cair Rp1,1 Triliun, Cek Profil Emiten Infrastruktur Ini Struktur Pemegang Saham TRUK
Setelah transaksi tersebut, PT Catur Dharma Anugerah Surya tidak lagi memiliki saham TRUK. Sementara itu, sejumlah pemegang saham signifikan lainnya masih tercatat dalam struktur kepemilikan perseroan.
| Pemegang saham | Kepemilikan |
| PT Guna Makmur Raya | 25,17% |
| PT Pukul Rata Kanan | 15% |
| PT Hakimson Growth Capital | 5% |
| Suminto Husin Giman | 5% |
| Suganto Gunawan | 5% |
| Suwito | 5% |
| Lainnya | Sisa kepemilikan |
Data perubahan kepemilikan menunjukkan masuknya dua investor baru dengan total 20% saham TRUK sekaligus keluarnya Catur Dharma Anugerah Surya dari kepemilikan perseroan.
Tonton: BLBI Lunas! Tapi Urusan dengan Obligor Belum Selesai Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News