KONTAN.CO.ID - Saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menjadi perhatian. Investor Gabriel Rey melalui Rata Kanan Capital menambah kepemilikannya pada Oktober 2026. Aksi pembelian tersebut membuat total kepemilikan yang dikaitkan dengan Gabriel Rey meningkat menjadi sekitar 2,39%, dengan nilai investasi mencapai kurang lebih Rp80 miliar. Ketertarikan investor tersebut terjadi ketika MMIX sedang memperluas bisnis produk higienitas melalui pengembangan fasilitas manufaktur popok di Legok, Kabupaten Tangerang. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2026 dan meningkatkan kapasitas produksi untuk memperkuat bisnisnya di pasar domestik.
Mengutip data
BEI, harga saham MMIX pada sesi 1 ditutup turun ke Rp740/saham atau memerah sebesar 3,27%. Lantas, bagaimana profil saham MMIX, apa saja lini bisnisnya, siapa jajaran manajemennya, dan bagaimana kinerja keuangan terbaru perusahaan?
Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Caplok 61,85% Saham VISI, Intip Profil Emiten dan Kinerjanya Profil PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX)
PT Multi Medika Internasional Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam distribusi produk kesehatan, higienitas, dan kebutuhan sehari-hari. Perseroan mengembangkan portofolio dari produk kesehatan, seperti masker, menuju produk konsumen yang mencakup tisu, popok bayi, dan kebutuhan perawatan diri. Saham MMIX tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MMIX. Perusahaan memperluas bisnis melalui pengembangan merek, jaringan distribusi, serta penguatan kemampuan manufaktur untuk mengurangi ketergantungan pada produk yang dipasok dari luar negeri.
Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya Gabriel Rey Borong Saham MMIX
Gabriel Rey, pendiri TRIV Group dan Rata Kanan Capital, menambah kepemilikan saham MMIX melalui entitas investasinya. Berdasarkan keterbukaan BEI 26 Oktober 2026, PT Pukul Rata Kanan menambah kepemilikan saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) sebanyak 119.999.999 lembar saham atau setara 2,49% pada transaksi tertanggal 22 Oktober 2026. Dengan penambahan tersebut, kepemilikan PT Pukul Rata Kanan meningkat dari sebelumnya 88.150.000 lembar saham atau 1,84% menjadi total 208.149.999 lembar saham, setara dengan 4,33% dari keseluruhan saham MMIX. Investor dapat memantau laporan perubahan kepemilikan saham dan keterbukaan informasi MMIX di Bursa Efek Indonesia untuk memastikan jumlah saham terbaru, persentase kepemilikan, serta status pengendali perusahaan. Angka tersebut merupakan informasi berdasarkan transaksi pada Oktober 2026. Untuk memastikan jumlah saham dan kepemilikan terkini, investor tetap perlu merujuk laporan kepemilikan saham serta keterbukaan informasi resmi.
Baca Juga: Haji Isam Borong Saham PACK: Intip Profil Emiten Industri Kemasan dan Kinerjanya Lini Bisnis MMIX
MMIX mengembangkan bisnis melalui distribusi produk kesehatan dan kebutuhan konsumen, penguatan merek, serta ekspansi manufaktur. Berikut sejumlah lini bisnis dan produk yang menjadi bagian dari pengembangan usaha perseroan.
1. Produk Kesehatan
MMIX dikenal melalui produk kesehatan, termasuk masker. Perseroan mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen maupun kerja sama dengan mitra distribusi dan perusahaan ritel. Salah satu produknya adalah MIU Mask. Perusahaan juga pernah memasarkan produk masker melalui kerja sama dengan jaringan ritel, termasuk produk bermerek Alfamart.
2. Produk Tisu
Perseroan memperluas portofolio ke produk tisu untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu merek yang dikembangkan adalah MIUtis, termasuk produk tisu bambu. Kategori ini memberi kesempatan bagi MMIX untuk memperluas pasar dari produk kesehatan menuju barang konsumsi yang digunakan secara rutin oleh rumah tangga.
Baca Juga: Segera Right Issue 15 Miliar Saham Baru, Intip Profil Emiten VKTR dan Kinerja Terbaru 3. Popok Bayi dan Produk Higienitas
Popok bayi menjadi salah satu fokus ekspansi MMIX melalui merek MIUBaby. Perseroan mengembangkan bisnis ini untuk menangkap permintaan produk perawatan bayi sekaligus memperluas sumber pendapatan. Selain popok bayi, fasilitas manufaktur baru juga disiapkan untuk mendukung pengembangan kategori lain, termasuk popok dewasa, pembalut wanita, dan tisu basah. Pengembangan produk tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar.
4. Manufaktur melalui PT Multi Nice Paper Indonesia
MMIX memperkuat bisnis manufaktur melalui PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI), perusahaan patungan antara MMIX dan Fujian Nice Paper Hygiene Products Co., Ltd. dari China. Fasilitas manufaktur popok di Legok, Kabupaten Tangerang, dikembangkan untuk memperbesar kapasitas produksi dan memperkuat rantai pasok. Pabrik tersebut juga membuka peluang kerja sama produksi dengan skema
original equipment manufacturing (OEM),
original design manufacturing (ODM), dan
private label. Melalui model tersebut, perusahaan berpeluang memproduksi barang untuk merek milik mitra, selain mengembangkan produk dengan mereknya sendiri. Namun, manfaat ekonomi pabrik akan bergantung pada tingkat utilisasi, pesanan pelanggan, dan efisiensi operasional.
5. Distribusi dan Penjualan Digital
Selain mengembangkan produk, MMIX mengandalkan jaringan distribusi untuk menjangkau konsumen melalui berbagai kanal, termasuk perdagangan modern, perdagangan umum, farmasi, bisnis ke bisnis (B2B), serta perdagangan elektronik atau
e-commerce. Perusahaan menyebut jaringan distribusinya menjangkau lebih dari 50.000 titik penjualan dengan dukungan lebih dari 75 pusat distribusi. Jaringan tersebut menjadi salah satu modal untuk memperluas penetrasi produk baru.
Baca Juga: BREN Mulai Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten dan Kinerja Terkini Manajemen MMIX Terbaru
Manajemen memiliki peran penting dalam menjalankan strategi ekspansi, mengelola biaya, serta memastikan investasi fasilitas produksi dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan laba. Berdasarkan informasi perusahaan dan data profil emiten yang tersedia, susunan manajemen MMIX adalah sebagai berikut.
| Nama | Jabatan |
| Mengky Mangarek | Direktur Utama |
| Eveline Natalia Susanto | Direktur |
| Allen Feliciano | Komisaris Utama |
| Togu Cornetius Simanjuntak | Komisaris Independen |
Susunan tersebut merujuk pada informasi profil perusahaan yang tersedia. Investor sebaiknya memeriksa laporan tahunan dan keterbukaan informasi BEI untuk memastikan tidak ada perubahan setelah tanggal publikasi data.
Baca Juga: BUVA Right Issue Rp1,54 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Real Estate Ini Kinerja Keuangan MMIX Terbaru
Merangkum data
BEI, kinerja keuangan menjadi aspek penting untuk menilai apakah ekspansi bisnis MMIX dapat mendukung pertumbuhan perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan MMIX pada I-2026, perseroan masih membukukan laba, tetapi pendapatan dan laba bersih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berikut ringkasan kinerja keuangan MMIX pada semester I-2026.
| Indikator | Semester I-2026 | Semester I-2025 |
| Pendapatan | Rp89,57 miliar | Rp97,93 miliar |
| Laba kotor | Rp53,16 miliar | Rp59,46 miliar |
| Laba bersih | Rp1,57 miliar | Rp1,75 miliar |
| Laba per saham dasar | Rp0,33 | Rp0,73 |
| Total aset per 30 Juni 2026 | Rp430,58 miliar | — |
| Total liabilitas per 30 Juni 2026 | Rp60,19 miliar | — |
| Total ekuitas per 30 Juni 2026 | Rp187,87 miliar | — |
MMIX mencatat pendapatan Rp89,57 miliar pada semester I-2026, turun 8,53% dibandingkan Rp97,93 miliar pada semester I-2025. Penurunan pendapatan tersebut diikuti penyusutan laba kotor menjadi Rp53,16 miliar dari Rp59,46 miliar.
Laba bersih perseroan juga turun menjadi sekitar Rp1,57 miliar, dibandingkan Rp1,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dasar tercatat Rp0,33, lebih rendah daripada Rp0,73 pada semester I-2025. Di sisi biaya, perseroan berhasil menekan beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban keuangan. Namun, penghematan tersebut belum cukup untuk mencegah penurunan laba bersih pada semester pertama 2026.
Tonton: Bansos Digital Meluncur 10 November, 100 Juta Orang Masuk Sistem! Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News