JAKARTA. Harga karet berpotensi naik pasca adanya keinginan Vietnam bergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC). Niat Vietnam itu rencananya akan diwujudkan pada tahun 2016. Bergabungnya Vietnam dalam ITRC menambah kekuatan untuk mengendalikan pasokan karet ke pasar global. Sebab produksi karet Vietnam hampir mencapai 1 juta ton, dan berada di urutan ke tiga produsen karet terbesar di dunia. Ketua Dewan Karet Indonesia Azis Pane bilang dengan bergabungnya Vietnam maka ITRC menguasai sekitar 65% pangsa pasar karet global. Sebab selama ini, ITRC hanya menguasai sekitar 50% pasar karet. Sebelumnya, Malaysia berada di urutan ketiga produsen karet dunia melorot ke urutan ke-5 disalip Vietnam dan India di urutan ketiga dan keempat. Maka bila Vientam sudah resmi bergabung ada empat anggota ITRC yakni Thailand, Indonesia, Vientam dan Malaysia. "Bila Vietnam tidak bergabung saya sudah usulkan agar ITRC dibubarkan saja, karena tidak ada lagi fungsinya, sebab tidak dapat menahan laju penurunan harga karet," ujar Azis kepada KONTAN, Rabu (3/2). Menurut Azis bergabung Vietnam dapat mendongkrak harga karet meskipun tidak signifikan. Sebab, saat ini, ekonomi dunia lagi sedang lesu. Padahal pertumbuhan harga karet sangat ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia.
Gabung ITRC, Vietnam bisa dongkrat harga karet
JAKARTA. Harga karet berpotensi naik pasca adanya keinginan Vietnam bergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC). Niat Vietnam itu rencananya akan diwujudkan pada tahun 2016. Bergabungnya Vietnam dalam ITRC menambah kekuatan untuk mengendalikan pasokan karet ke pasar global. Sebab produksi karet Vietnam hampir mencapai 1 juta ton, dan berada di urutan ke tiga produsen karet terbesar di dunia. Ketua Dewan Karet Indonesia Azis Pane bilang dengan bergabungnya Vietnam maka ITRC menguasai sekitar 65% pangsa pasar karet global. Sebab selama ini, ITRC hanya menguasai sekitar 50% pasar karet. Sebelumnya, Malaysia berada di urutan ketiga produsen karet dunia melorot ke urutan ke-5 disalip Vietnam dan India di urutan ketiga dan keempat. Maka bila Vientam sudah resmi bergabung ada empat anggota ITRC yakni Thailand, Indonesia, Vientam dan Malaysia. "Bila Vietnam tidak bergabung saya sudah usulkan agar ITRC dibubarkan saja, karena tidak ada lagi fungsinya, sebab tidak dapat menahan laju penurunan harga karet," ujar Azis kepada KONTAN, Rabu (3/2). Menurut Azis bergabung Vietnam dapat mendongkrak harga karet meskipun tidak signifikan. Sebab, saat ini, ekonomi dunia lagi sedang lesu. Padahal pertumbuhan harga karet sangat ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia.