Gadai Barang Mewah Mulai Dilirik, Budi Gadai Lihat Potensi Pembiayaan Lebih Besar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren gadai barang mewah mulai menunjukkan peningkatan di industri pergadaian swasta. PT Budi Gadai Indonesia melihat peluang pertumbuhan dari agunan bernilai tinggi seperti jam tangan premium, tas bermerek, hingga perhiasan mewah yang dinilai mampu mendorong peningkatan nilai pembiayaan perusahaan.

Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring mengatakan, segmen gadai barang mewah memiliki prospek yang menjanjikan karena menawarkan nilai pinjaman yang lebih besar dibandingkan agunan konvensional. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan outstanding pembiayaan sekaligus mendongkrak pendapatan perusahaan.

Meski demikian, hingga saat ini perusahaan masih memprioritaskan agunan yang menjadi bisnis inti, yakni emas dan barang elektronik. Kedua jenis agunan tersebut masih mendominasi portofolio pembiayaan perusahaan.


Berkat fokus pada segmen tersebut, PT Budi Gadai Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 52,1% sepanjang semester I-2026.

Baca Juga: Bank Mandiri Dukung Pembayaran Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh

"Portofolio pembiayaan kami masih berfokus pada agunan yang menjadi core business perusahaan," ujar Budiarto kepada Kontan, Rabu (29/7/2026).

Ke depan, Budi menilai peluang bisnis gadai barang mewah akan semakin terbuka, terutama di wilayah yang memiliki daya beli masyarakat relatif tinggi. Meningkatnya minat terhadap barang-barang premium dinilai dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan segmen pembiayaan ini.

Namun, pengembangan layanan gadai barang mewah juga membutuhkan kesiapan dari sisi operasional dan manajemen risiko. Menurutnya, terdapat sejumlah aspek penting yang harus diperkuat agar bisnis ini dapat berjalan secara optimal.

Salah satunya adalah sistem penilaian (appraisal), proses verifikasi keaslian barang, serta penerapan manajemen risiko yang lebih ketat. Langkah tersebut diperlukan karena barang mewah memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan agunan konvensional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News