Gadai ValueMax Catat Nilai Lelang Barang Gadai Rp2 Miliar pada Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pergadaian swasta PT Gadai ValueMax Indonesia mencatatkan total nilai barang gadai yang dilelang mencapai Rp2 miliar sepanjang semester I-2026.

"Untuk perkembangan lelang barang gadai pada semester I-2026, secara umum kegiatan lelang tetap berjalan, tetapi porsinya masih relatif kecil dibandingkan dengan total portofolio pembiayaan kami," ujar Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja kepada Kontan, Senin (7/9/2026).

Adapun hingga semester I-2026, Gadai ValueMax telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp700 miliar pada semester I-2026.


Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi barang masuk ke proses lelang, seperti karakteristik nasabah, jatuh tempo pinjaman, kemampuan melakukan pelunasan, serta keputusan nasabah untuk menebus atau tidak menebus barang jaminannya.

"Dalam bisnis pergadaian, lelang memang merupakan bagian dari mekanisme penyelesaian apabila kewajiban tidak diselesaikan sampai batas waktu yang ditentukan," ujarnya.

Baca Juga: Gadai ValueMax Indonesia Telah Salurkan Pembiayaan Rp700 Miliar hingga semeter I-2026

Di sisi lain, proses lelang tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan tekanan ekonomi atau kesulitan keuangan nasabah. Kondisi ekonomi dan cash flow memang bisa menjadi salah satu faktor, terutama ketika nasabah membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengembalikan pinjaman.

Namun, ada juga faktor lain yang membuat barang jaminan nasabah akhirnya dilelang, seperti perubahan kebutuhan dana, keputusan nasabah untuk tidak menebus barang, hingga menurunnya nilai ekonomis barang bagi nasabah dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, hasil lelang pada prinsipnya diupayakan untuk menutup uang pinjaman, bunga, dan biaya terkait sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk barang dengan nilai jaminan yang memadai, hasil lelang pada umumnya dapat menutup kewajiban tersebut.

Baca Juga: Barang Mewah Sumbang 8% Portofolio Outstanding Loan Gadai ValueMax Indonesia

Meski begitu, Brian menyebut hasil akhir tetap bergantung pada kondisi barang serta harga yang terbentuk saat lelang. Gadai ValueMax juga menerapkan proses penaksiran secara prudent sejak awal untuk memastikan nilai jaminan memadai.

Selain itu, perusahaan memberikan informasi kepada nasabah mengenai tenor, kewajiban pembayaran, serta konsekuensi apabila pinjaman tidak diselesaikan. Langkah tersebut dilakukan agar proses gadai tetap memberikan manfaat bagi nasabah sekaligus memungkinkan perusahaan mengelola risikonya dengan baik.

Dari sisi jenis barang, emas masih mendominasi barang jaminan yang masuk dalam proses lelang, baik berupa perhiasan maupun logam mulia. Kondisi tersebut sejalan dengan komposisi portofolio gadai ValueMax yang mayoritas menggunakan emas sebagai jaminan pembiayaan.

Baca Juga: Emas Masih Dominasi Barang Jaminan di Gadai ValueMax Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News