KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gadai ValueMax Indonesia (Gadai ValueMax) mencatat pertumbuhan pendapatan pada lini gadai kendaraan sekitar 80% secara tahunan pada Maret 2026. Lini bisnis ini kini berkontribusi sebesar 10%–15% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa gadai kendaraan masih menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang diminati masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta individu yang membutuhkan dana cepat dengan jaminan selain emas. Direktur Utama Gadai ValueMax, Brian Wiraatmadja, mengatakan bahwa permintaan gadai kendaraan masih menunjukkan tren positif pada awal tahun ini.
"Untuk Q1 2026, gadai kendaraan masih tumbuh untuk mobil dan motor, walaupun tidak seagresif gadai emas," katanya kepada Kontan, Jumat (17/4/26). Menurut Brian, meskipun pertumbuhan gadai kendaraan tidak setinggi gadai emas, segmen ini tetap memiliki peran penting dalam mendukung diversifikasi portofolio perusahaan dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam dan dinamis.
Baca Juga: OCBC Berpeluang Akuisisi Bisnis Ritel HSBC Indonesia, Nilainya Tembus Rp 6 Triliun Dari sisi jenis kendaraan, sepeda motor menjadi aset yang paling banyak digadaikan di Gadai ValueMax. Hal ini didukung oleh basis nasabah yang lebih luas serta tingginya kepemilikan motor di Indonesia. Namun, dari sisi nilai pembiayaan, mobil masih memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Hal ini karena nominal pembiayaan untuk mobil cenderung lebih tinggi dibandingkan sepeda motor. Ke depan, Gadai ValueMax memperkirakan pertumbuhan gadai kendaraan akan berlangsung moderat hingga semester I-2026. Prospek tersebut tetap dinilai positif meskipun gadai emas masih menjadi produk unggulan perusahaan. Brian menilai, terdapat sejumlah faktor yang akan memengaruhi pertumbuhan gadai kendaraan ke depan. Faktor-faktor tersebut meliputi daya beli masyarakat, kondisi ekonomi, harga kendaraan bekas, serta perkembangan pasar kendaraan second hand. Di sisi lain, Brian menegaskan bahwa gadai emas dan gadai kendaraan memiliki peran yang saling melengkapi terhadap kinerja perusahaan.
Baca Juga: Redam Tekanan Special Rate, Bank Mandiri Fokus Perkuat CASA Pada produk gadai kendaraan, Gadai ValueMax menerapkan strategi pertumbuhan yang selektif. Perusahaan menitikberatkan pada kualitas agunan, valuasi loan to value (LTV) yang konservatif, serta penilaian kredit atau credit scoring yang komprehensif.
Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tetap rendah, seiring dengan ekspansi pembiayaan pada segmen kendaraan. Dengan pendekatan tersebut, gadai emas tetap menjadi produk utama perusahaan, sementara gadai kendaraan berfungsi untuk menjaga diversifikasi portofolio pembiayaan. Selain itu, Gadai ValueMax juga mulai mencatat peningkatan permintaan pada segmen gadai BPKB mobil fidusia dan gadai mobil listrik. Tren ini dinilai dapat membuka peluang baru bagi perusahaan di tengah perubahan preferensi konsumen dan perkembangan pasar otomotif nasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News