Gadai ValueMax Indonesia Targetkan Pertumbuhan Layanan Gadai Emas 300% pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gadai ValueMax Indonesia menargetkan pertumbuhan layanan gadai emas pada 2026 sebesar 300% secara Year on Year (YoY). Target pertumbuhan itu dipatok lebih rendah dibandingkan pencapaian pada 2025.

Adapun pertumbuhan layanan gadai emas Gadai ValueMax Indonesia mencapai 500% secara YoY dari segi omzet pada 2025.

Untuk mencapai target pada 2026, Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengatakan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi. Dia bilang strateginya adalah mengedepankan pertumbuhan kinerja di cabang eksisting maupun cabang baru di lokasi yang strategis. 


Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Buana Jasa Pratama Pialang Asuransi

"Ditambah, mengoptimalkan matangnya kepercayaan masyarakat terhadap jasa pinjaman gadai dan fidusia perusahaan kami," katanya kepada Kontan, Jumat (27/2/2026).

Lebih lanjut, Brian juga mengatakan Gadai ValueMax Indonesia akan menerapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan laba secara keseluruhan pada tahun ini. Dia bilang perusahaan akan terus akan meningkatkan layanan cepat dan ramah, serta menjaga keamanan operasional cabang seperti taksiran barang jaminan yang akurat, serta penyimpanan barang yang aman. 

Dari segi produk, Brian menyebut selain berfokus pada barang jaminan perhiasan emas dan logam mulia, perusahaan juga akan menambah penerimaan barang jaminan. 

"Contohnya, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil, memperluas penerimaan merek tas branded dan jam tangan, handphone dan laptop, serta merek kendaraan bermotor yang lebih beragam," tuturnya.

Brian menerangkan pihaknya juga berupaya meningkatkan literasi dan sosialisasi terhadap masyarakat, khususnya yang berada di area sekitar cabang. 

"Ditambah, melakukan pelatihan teknis maupun nonteknis kepada pegawai di cabang maupun kantor pusat untuk meningkatkan level kepercayaan nasabah terhadap layanan Gadai ValueMax Indonesia," ucap Brian. 

Sementara itu, Gadai ValueMax juga turut angkat bicara mengenai harga emas yang diprediksi meningkat tak setinggi tahun lalu. Brian menilai hal itu tak serta-merta akan berdampak signifikan bagi kinerja laba dan gadai emas. 

Baca Juga: BTN Targetkan Pertumbuhan Wealth Management 15% pada 2026, Begini Strateginya

Menurutnya, sifat emas sebagai aset safe haven maupun salah satu komponen diversifikasi portofolio investasi akan terus mendukung stabilitas dan tingginya minat masyarakat terhadap barang tersebut, termasuk dalam menggunakan layanan gadai. 

"Sifat jasa pergadaian cenderung tidak terlalu sensitif dengan pergerakan volatilitas harga emas yang sifatnya jangka pendek. Sebab, layanan pergadaian lebih berarah kepada memenuhi kebutuhan likuiditas nasabah yang sifatnya mendadak, serta melayani pinjaman kebutuhan cepat untuk modal usaha nasabah dan keperluan lainnya," ungkapnya.

Meskipun demikian, Brian menyebut perusahaan akan tetap melakukan mitigasi risiko dari adanya fenomena tersebut. Dia mengatakan pihaknya akan memberlakukan mitigasi risiko seperti memperlakukan standar taksiran emas maupun loan to value ratio dari segi operasional nasabah di cabang-cabang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News