KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kegagalan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) membayar bunga tepat waktu berbuntut panjang. Hari ini, Kamis (5/7), Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan penghentian sementara perdagangan efek AISA terhitung sejak Sesi I Perdagagan Efek tanggal 5 Juli 2018. Pada saat bersamaan, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat AISA dari CCC menjadi SD alias Selective Default. Mengutip siaran pers Pefindo yang dirilis hari ini, Kamis (5/7), Pefindo menurunkan peringkat Obligasi TPS Food I/2013 dan Sukuk Ijarah TPS Food I/2013 dari CCC menjadi D alias Default. Keputusan ini sehubungan dengan ketidakmampuan AISA membayar kupon obligasi dan sukuk yang jatuh tempo pada 5 Juli 2018. Sementara peringkat Sukuk Ijarah TPS Food II/2016 masih dipertahankan pada CCC. Analis Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, obligor dengan peringkat SD menandakan obligor gagal membayar satu atau lebih kewajiban finansialnya yang jatuh tempo tetapi masih melakukan pembayaran tepat waktu atas kewajiban lainnya.
Gagal bayar bunga utang tepat waktu, peringkat AISA turun menjadi Selective Default
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kegagalan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) membayar bunga tepat waktu berbuntut panjang. Hari ini, Kamis (5/7), Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan penghentian sementara perdagangan efek AISA terhitung sejak Sesi I Perdagagan Efek tanggal 5 Juli 2018. Pada saat bersamaan, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat AISA dari CCC menjadi SD alias Selective Default. Mengutip siaran pers Pefindo yang dirilis hari ini, Kamis (5/7), Pefindo menurunkan peringkat Obligasi TPS Food I/2013 dan Sukuk Ijarah TPS Food I/2013 dari CCC menjadi D alias Default. Keputusan ini sehubungan dengan ketidakmampuan AISA membayar kupon obligasi dan sukuk yang jatuh tempo pada 5 Juli 2018. Sementara peringkat Sukuk Ijarah TPS Food II/2016 masih dipertahankan pada CCC. Analis Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, obligor dengan peringkat SD menandakan obligor gagal membayar satu atau lebih kewajiban finansialnya yang jatuh tempo tetapi masih melakukan pembayaran tepat waktu atas kewajiban lainnya.