JAKARTA. Terhitung sejak hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham PT Infoasia Teknologi Global Tbk (IATG). Pasalnya, perusahaan penyedia jaringan dan jasa komunikasi ini belum membayar kupon ke-15 obligasi seri B dan C yang seharusnya jatuh tempo 23 September lalu. "Suspend ini dilakukan sampai mereka membayar bunga," kata Umi Kulsum, Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BEI.Namun, hingga kini manajemen Infoasia belum bisa memberikan keterangan kapan akan membayar kupon obligasi dengan total nilai Rp 75 miliar tersebut. "Total kupon yang harus dibayarkan adalah Rp 2,46 miliar," kata Direktur Infoasia Priska Emerentiana Erjani.Selain dapat sanksi suspend, perusahaan pemeringkat PT Moody''s Indonesia menurunkan peringkat emiten bersandi saham IATG tersebut. Moody''s menurunkan peringkat obligasi IATG dari B1.id menjadi Caa1.id dan memberi prospek negatif untuk obligasi dua seri ini.
Gagal Bayar Obligasi, BEI Hentikan Perdagangan Saham Infoasia
JAKARTA. Terhitung sejak hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham PT Infoasia Teknologi Global Tbk (IATG). Pasalnya, perusahaan penyedia jaringan dan jasa komunikasi ini belum membayar kupon ke-15 obligasi seri B dan C yang seharusnya jatuh tempo 23 September lalu. "Suspend ini dilakukan sampai mereka membayar bunga," kata Umi Kulsum, Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BEI.Namun, hingga kini manajemen Infoasia belum bisa memberikan keterangan kapan akan membayar kupon obligasi dengan total nilai Rp 75 miliar tersebut. "Total kupon yang harus dibayarkan adalah Rp 2,46 miliar," kata Direktur Infoasia Priska Emerentiana Erjani.Selain dapat sanksi suspend, perusahaan pemeringkat PT Moody''s Indonesia menurunkan peringkat emiten bersandi saham IATG tersebut. Moody''s menurunkan peringkat obligasi IATG dari B1.id menjadi Caa1.id dan memberi prospek negatif untuk obligasi dua seri ini.