KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) belum menetapkan target penjualan mobil baru pada 2026. Asosiasi masih menunggu rapat dengan para anggota untuk memetakan arah dan prospek pasar otomotif nasional. Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan, pembahasan proyeksi penjualan tahun depan belum dilakukan secara resmi. “Belum, masih harus membahas dengan anggota dulu," katanya dihubungi Kompas.com, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Penjualan 2025 Tak Capai 800.000 Unit, Kemenperin & Gaikindo Dorong Insentif Otomotif Menurut Jongkie, rapat anggota akan segera digelar untuk menghimpun pandangan dan masukan terkait kondisi pasar kendaraan roda empat di dalam negeri.
Hasil diskusi tersebut akan menjadi dasar penentuan arah kebijakan Gaikindo, termasuk penetapan target penjualan. Di tengah proses tersebut, kinerja pasar mobil sepanjang 2025 diakui masih berada dalam tekanan. Gaikindo mencatat penjualan ritel mobil baru pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 739.977 unit.
Baca Juga: Target Penjualan Mobil Gaikindo Direvisi, Industri Andalkan Momentum Akhir Tahun Capaian itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 807.586 unit, atau turun sekitar 67.609 unit setara 8,4 persen. Sementara data penjualan mobil baru untuk Desember 2025 belum dirilis. Seiring perlambatan pasar, Gaikindo sebelumnya telah merevisi target penjualan mobil baru sepanjang 2025 menjadi 780.000 unit. “Sudah direvisi, proyeksi tahun 2025 menjadi 780.000 unit,” ujar Jongkie dalam kesempatan terpisah.
Meski demikian, Gaikindo tetap optimistis terhadap peluang pemulihan industri otomotif pada 2026. Ia menilai, perbaikan kondisi ekonomi nasional akan berpengaruh langsung terhadap penjualan kendaraan roda empat.
Sebagai catatan, penjualan mobil baru sepanjang Januari–November 2025 tercatat sebesar 710.084 unit untuk wholesales dan 739.977 unit untuk retail sales.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News