KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil nasional mencapai 850.000 unit di tahun 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi penjualan mobil nasional di tahun 2025 yang mencapai 803.687 unit. Head of Corporate Communication PT Astra International Tbk (ASII) Windy Riswantyo menyambut positif target penjualan kendaraan yang ditetapkan Gaikindo.Target tersebut dinilai menjadi sinyal optimisme terhadap prospek industri otomotif nasional ke depan. Untuk mempertahankan dominasi pasar otomotif nasional, ASII menyiapkan strategi yang konsisten berfokus pada penyediaan produk, teknologi, dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.
Prospek Kinerja ASII
Analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand melihat prospek kinerja relatif positif terkait target Gaikindo yang cukup moderat. Pasalnya, Astra tetap menjadi pemain dominan di pasar otomotif Indonesia dengan pangsa pasar yang tinggi terutama pada segmen mobil konvensional dan LCGC. "Walaupun penjualan mobil Astra turun pada 2025, saya mencatat fundamental emiten tetap kuat dan posisi kompetitifnya memberi peluang bertahan jika permintaan mobil nasional kembali pulih sesuai target industri," ucap Abida kepada Kontan, Rabu (11/2/2026). Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menilai target penjualan mobil nasional tersebut menjadi sinyal awal tumbuhnya optimisme di industri otomotif, meski kondisi pasar masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, target tersebut sedikit lebih tinggi dibanding realisasi penjualan mobil tahun lalu, namun tetap realistis dengan mempertimbangkan momentum pasar, potensi stimulus pemerintah, serta berbagai pameran otomotif yang digelar sepanjang tahun. Baca Juga: MSCI Turunkan INDF ke Small Cap dan Mendepak ACES & CLEO, Ini Kata Analis Khusus bagi ASII, prospek kinerja dinilai masih moderat seiring target yang ditetapkan Gaikindo. Segmen otomotif tetap menjadi salah satu kontributor utama terhadap pendapatan dan arus kas perusahaan. "Peningkatan penjualan kendaraan baru pada awal tahun, strategi peluncuran model baru, serta penguatan penjualan ekspor berpotensi membantu mendorong kinerja penjualan ASII," terang Miftahul kepada Kontan, Rabu (11/2/2026). Namun, perbaikan tersebut tetap sangat bergantung pada pemulihan permintaan konsumen serta dukungan kebijakan stimulus dari pemerintah. Sementara itu, Abida juga bilang segmen otomotif tetap menjadi salah satu kontributor utama terhadap kinerja keseluruhan ASII, meskipun kontribusinya relatif menurun dibandingkan divisi lain karena perlambatan pasar mobil domestik. Secara historis kontribusi otomotif terhadap pendapatan perusahaan berada di level tinggi sekitar di atas 40%, dan meskipun penjualan turun, segmen ini masih menjadi pilar fundamental bisnis ASII bersama diversifikasi ke lini lain seperti infrastruktur dan layanan keuangan, sehingga total kontribusi masih signifikan meski tidak dominan mutlak.Rekomendasi Saham
Abida merekomendasikan buy untuk saham ASII, dengan target harga Rp7.450, Ini didasarkan pada potensi katalis seperti dukungan kebijakan pemerintah dan stabilisasi penjualan otomotif. "ASII menunjukkan prospek jangka menengah yang positif meskipun kinerja segmen otomotif menghadapi tantangan," jelas Abida. Sementara Miftahul menyarankan investor untuk wait and see saham ASII. Baca Juga: BEI Akan Terbitkan Shareholders Concentration List, Ini Dampaknya ke Pasar SahamASII Chart by TradingView