Gaikindo sambut wacana pengembangan baterai kendaraan listrik di Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik wacana pengembangan pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia. 

Sekretaris Jenderal Gaikindo mengatakan, kehadiran pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia bisa menjadi insentif/dorongan bagi pelaku industri otomotif untuk mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

“Bisa jadi salah satu insentif, bisa jadi salah satu stimulus ke arah sana karena baterainya sudah dibikin di Indonesia,” kata Kukuh saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (17/11).


Seperti diketahui, pemerintah tengah mendorong percepatan pengembangan baterai  kendaraan listrik di Indonesia. 

Baca Juga: Proyek pengembangan baterai lithium untuk kendaraan listrik terus dikebut

Mengutip pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar dalam sebuah seminar virtual Selasa (17/11) menyebutkan bahwa beberapa kesepakatan pengembangan baterai lithium untuk kendaraan listrik telah ditandatangani.

Salah satu kesepakatan yang dimaksud di antaranya kesepakatan antara  Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dengan MIND ID untuk  memproduksi baterai lithium di dalam negeri.

“Selain itu ada LG dari Korea yang akan segera tanda tangan (kontrak) minggu ini," kata Luhut. 

"Para big player lain masih on going (masuk ke Indonesia). Intinya semuanya kita berkawan," tambah Luhut.

Menurut Kukuh, baterai kendaraan listrik yang dihasilkan oleh pabrik baterai di Indonesia nantinya tidak hanya dapat menunjang industri kendaraan listrik di dalam negeri semata, namun juga dapat diekspor ke negara-negara produsen kendaraan listrik seperti misalnya China, Amerika Serikat, Jepang, maupun Korea Selatan.

Di antara beberapa negara tersebut, China dilihat sebagai salah satu pasar dengan prospek yang menarik. 

Kukuh mencatat, kapasitas produksi kendaraan listrik di China sudah melebihi 1 juta unit per tahunnya, sehingga terbuka kesempatan yang besar bagi Indonesia untuk memasok baterai kendaraan listrik ke sana.

Baca Juga: Mantap! Rencana Tesla untuk bangun pabrik baterai di Indonesia segera terealisir

Meski begitu, pengembangan baterai kendaraan listrik bukannya tanpa tantangan, sebab baterai kendaraan listrik tidak bersifat ‘generik’. Maksudnya, sebuah baterai kendaraan listrik biasanya memiliki spesifikasi  khusus sehingga tidak bisa digunakan untuk semua kendaraan listrik.

Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia juga menjumpai tantangan berupa pasar yang dirasa belum sepenuhnya siap menyambut kendaraan listrik.

“Saat ini masyarakat Indonesia yang beli mobil itu lebih dari 70% di antaranya beli mobil yang harganya di kisaran di bawah Rp 250 juta, sementara mobil listrik yang paling murah itu Rp 600 juta. Itu baru dari segi harga, masih banyak faktor lainnya,” terang Kukuh.

Selanjutnya: Kemenperin fokus akselerasi pengembangan kendaraan listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi