KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri otomotif nasional mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai bertambahnya pilihan produk baru dengan desain, teknologi, dan harga yang semakin kompetitif menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan penjualan mobil di pasar domestik. Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan peluncuran berbagai model kendaraan baru berhasil menarik minat konsumen dan menopang peningkatan penjualan mobil hingga pertengahan tahun.
"Makin banyak produk dengan desain, teknologi, dan harga yang sangat menarik," ujar Jongkie kepada Kontan, Kamis (9/7/2026). Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 436.564 unit sepanjang Januari-Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 376.707 unit.
Baca Juga: Penjualan Mobil Meningkat, Benarkah Daya Beli Masyarakat Mulai Bangkit? Di sisi lain, penjualan retail atau dari dealer ke konsumen mencapai 433.848 unit pada semester pertama 2026. Realisasi tersebut tumbuh 10,5% dibandingkan semester I-2025 yang mencapai 392.778 unit. Kinerja positif industri otomotif juga terlihat pada capaian penjualan sepanjang Juni 2026. Penjualan wholesales tercatat sebesar 77.550 unit atau naik 12% dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 69.219 unit. Sementara itu, retail sales meningkat 3,6% menjadi 74.507 unit dari posisi sebelumnya sebanyak 71.890 unit. Secara tahunan, penjualan wholesales pada Juni 2026 melonjak 32,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun penjualan retail tumbuh 19,6% secara year on year (YoY). Memasuki semester II-2026, Gaikindo berharap tren pertumbuhan tersebut dapat terus berlanjut seiring semakin banyaknya pilihan kendaraan yang ditawarkan para produsen otomotif. "Mudah-mudahan lebih baik. Itu harapan kita semua," kata Jongkie. Meski demikian, Gaikindo mengingatkan masih ada sejumlah tantangan yang berpotensi menahan laju pertumbuhan industri otomotif hingga akhir tahun. Beberapa faktor yang perlu dicermati antara lain tingkat suku bunga yang masih tinggi, pergerakan nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat.
Baca Juga: Andalkan Desain dan Fungsi Mendongkrak Pertumbuhan Pengguna "Betul, isu suku bunga, nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat bisa jadi kendala," ujarnya. Dari sisi persaingan merek, Toyota masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar wholesales pada Juni 2026 dengan penjualan mencapai 22.809 unit. Posisi berikutnya ditempati Daihatsu dengan penjualan 14.125 unit, disusul Suzuki yang membukukan penjualan sebanyak 6.057 unit. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News