KONTAN.CO.ID - Citigroup menyetujui paket kompensasi total sebesar US$42 juta atau sekitar Rp706,8 miliar untuk Chief Executive Officer (CEO) Jane Fraser pada tahun buku 2025. Nilai ini melonjak hampir 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan apresiasi dewan direksi terhadap kinerja perusahaan yang dinilai sangat kuat sepanjang tahun. Reuters melaporkan, lonjakan gaji tersebut datang setelah saham Citigroup melesat 65,8% sepanjang tahun lalu, didorong oleh strategi Fraser merampingkan struktur manajemen, termasuk dengan pemangkasan tenaga kerja.
Saham Melonjak Berkat Restrukturisasi Besar
Investor menyambut positif langkah transformasi yang dilakukan Fraser. Program efisiensi dan fokus pada bisnis inti dianggap berhasil meningkatkan profitabilitas. Satu yang tak kalah penting, kebijakan tersebut sukses memperbaiki persepsi pasar terhadap Citigroup. Performa saham yang mengungguli bank-bank lain menunjukkan bahwa strategi restrukturisasi terbukti memperbaiki operasional internal. Lebih lanjut, hal ini juga meningkatkan kepercayaan investor global terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Baca Juga: 10 Orang Terkaya Dunia, Februari 2026: Miliarder Teknologi MendominasiRincian Paket Kompensasi Fraser
Kenaikan kompensasi Fraser juga terjadi di tengah tren serupa di industri keuangan. Para CEO bank investasi besar lainnya, seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley, juga menerima peningkatan bayaran. Wall Street diperkirakan memasuki periode yang sangat sibuk dalam aktivitas merger, akuisisi, dan transaksi korporasi. Dalam dokumen resmi perusahaan yang dirangkum Reuters, Citigroup menjelaskan bahwa paket kompensasi Fraser terdiri dari beberapa komponen utama:- Gaji pokok: US$1,5 juta
- Insentif tunai: US$6,075 juta
- Sisanya: insentif tangguhan berbasis kinerja jangka panjang