Gaji dipotong 16%, laba Goldman tetap amblas



NEW YORK. Dampak krisis keuangan global sudah terlihat jelas pada kinerja perbankan Amerika Serikat (AS). Salah satunya adalah Goldman Sachs.

Salah satu raksasa keuangan Paman Sam ini melaporkan keuntungan kuartal pertama tahun ini ambrol hingga 23%. Laba bersih Goldman amblas menjadi US$ 2,1 miliar dalam tiga bulan pertama. Pada periode yang sama tahun lalu, laba Goldman mencapai US$ 2,7 miliar.

Meski begitu, pencapaian ini berhasil di atas ekspektasi analis. Manajemen mengklaim sudah memangkas kompensasi bagi karyawan yang terdiri dari gaji dan bonus hingga 16% menjadi US$ 4,4 miliar.


Penurunan kinerja ini disebabkan karena minat nasabah bertransaksi di investment banking masih rendah lantaran kecemasan krisis.

"Kami yakin pertumbuhan usaha kami akan signifikan seiring membaiknya ekonomi global," terang CEO Goldman, Lloyd Blankfein.

Pendapatan bersih Goldman di bidang investment banking jatuh 9% menjadi US$ 1,15 miliar.

Baru-baru ini, bank juga didenda oleh regulator AS senilai US$ 22 juta akibat dugaan pembocoran informasi mengenai saham-saham tertentu.

Editor: