Gaji Perdana Menteri Singapura Naik 64% Jadi US$2,85 Juta per Tahun



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pemerintah Singapura akan menaikkan gaji para pejabat politik mulai 15 Oktober 2026. Kenaikan tersebut membuat pendapatan tahunan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong melonjak 64% menjadi sekitar S$3,6 juta atau sekitar US$2,85 juta dari sebelumnya S$2,2 juta.

Kebijakan kenaikan gaji pejabat politik Singapura kembali menjadi perhatian publik karena kompensasi yang diterima para pemimpin negara tersebut telah lama termasuk yang tertinggi di dunia.

Dalam pidatonya di parlemen pada Selasa (8/9/2026), Lawrence Wong mengakui bahwa pembahasan mengenai gaji pejabat politik merupakan isu yang sensitif bagi masyarakat Singapura.


"Jumlah yang terlibat lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh sebagian besar warga negara, jadi saya memahami mengapa warga Singapura mencermatinya dengan saksama dan mengapa banyak yang memiliki pandangan kuat mengenai masalah ini," kata Wong.

Wong juga menyatakan akan menyumbangkan kenaikan gajinya kepada badan amal selama lima tahun ke depan.

Baca Juga: Macron Dorong Uni Eropa Larang Media Sosial bagi Anak di Bawah 15 Tahun

Menurut Wong, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan besaran gaji yang diterima pejabat negara. Pemerintah juga mempertimbangkan kemampuan Singapura untuk mempertahankan kualitas kepemimpinan politik di tengah tantangan yang semakin kompleks.

"Pada akhirnya, ini bukan hanya soal gaji, tetapi tentang apakah Singapura akan terus memiliki kualitas kepemimpinan politik yang kita butuhkan untuk membawa negara kita maju dan melayani warga Singapura dengan baik di tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Gaji PM Singapura Tertinggi di Dunia

Dengan kenaikan tersebut, gaji Perdana Menteri Singapura tetap jauh di atas kompensasi pemimpin sejumlah negara maju lainnya.

Berdasarkan data lembaga nonprofit PoliticalSalaries.com, Perdana Menteri Inggris menerima sekitar US$230.000 per tahun, sedangkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperoleh US$400.000 per tahun.

Data tersebut menempatkan Perdana Menteri Singapura sebagai pemimpin negara dengan bayaran tertinggi di dunia. Di posisi berikutnya terdapat Kepala Eksekutif Hong Kong dengan pendapatan sekitar US$719.000 per tahun, disusul Presiden Swiss sekitar US$606.000 per tahun.

Kenaikan gaji juga berlaku bagi para menteri junior Singapura. Saat ini, seorang menteri junior menerima gaji sekitar S$1,1 juta per tahun. Setelah penyesuaian, gaji mereka dapat mencapai S$1,8 juta per tahun, bergantung pada kinerja serta tanggung jawab yang diemban.

Namun, pemerintah tidak akan langsung menaikkan gaji seluruh menteri junior ke level maksimum tersebut. Penyesuaian akan diawali kenaikan satu kali hingga 9%, kemudian diikuti penyesuaian berdasarkan kinerja.

Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv dengan Drone dan Rudal, Dua Orang Tewas

Wong mengatakan pada akhir masa pemerintahan ini, sebagian besar menteri junior diperkirakan memperoleh sekitar S$1,35 juta per tahun. Menteri yang memiliki kinerja baik dapat memperoleh penghasilan lebih tinggi.

Terakhir Naikkan Gaji Menteri pada 2012

Singapura terakhir kali melakukan penyesuaian besar terhadap gaji menteri pada 2012. Saat itu, gaji para menteri justru dipangkas 36% untuk meredakan ketidakpuasan publik terhadap tingginya pendapatan pejabat politik.

Pemerintah kemudian melakukan peninjauan kembali pada 2017. Namun, rekomendasi untuk menaikkan gaji tidak diadopsi.

Peninjauan berikutnya yang seharusnya dilakukan pada 2023 juga ditunda hingga sekarang karena ketidakpastian ekonomi.

Wong mengatakan secara politik akan lebih mudah bagi pemerintah untuk mempertahankan kondisi yang ada. Namun, menurutnya, keputusan tersebut tidak tepat karena pendapatan di sektor swasta, pegawai negeri, layanan yudisial, dan sektor publik telah meningkat sejak penyesuaian terakhir pada 2012.

"Akan lebih mudah secara politik bagi saya untuk membiarkan semuanya tetap seperti sekarang, tetapi itu bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan," kata Wong.

Parlemen Singapura dijadwalkan membahas persoalan kenaikan gaji pejabat politik tersebut pada Kamis.

Gaji Pejabat Singapura Gunakan Benchmark Orang Berpenghasilan Tertinggi

Sistem remunerasi pejabat politik Singapura menggunakan pendapatan 1.000 warga Singapura dengan penghasilan tertinggi sebagai salah satu tolok ukur penentuan gaji menteri.

Menurut Public Service Division Singapura, kelompok tersebut dipilih karena kualitas dan kemampuan mereka dianggap mencerminkan standar yang diharapkan dari orang-orang yang dibutuhkan Singapura untuk menjalankan pemerintahan secara baik.

Namun, penggunaan kelompok berpenghasilan tertinggi sebagai benchmark juga menuai kritik.

Baca Juga: Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Jalan Pertama, Perkuat Kerja Sama Strategis

Chong Ja Ian, ilmuwan politik dari National University of Singapore, menilai kebijakan tersebut berpotensi menciptakan jarak antara pejabat pemerintah dan masyarakat berpenghasilan biasa.

"Dengan meningkatnya kesenjangan pendapatan, hal ini dapat berarti bahwa para menteri lebih banyak berasosiasi dengan kelompok yang sangat kaya dibandingkan dengan pengalaman warga Singapura biasa," ujar Chong.

Pemerintah Klaim Gaji Tinggi Cegah Korupsi

Pemerintah Singapura selama ini mempertahankan sistem gaji tinggi bagi pejabat politik dengan alasan untuk menarik talenta terbaik sekaligus mengurangi risiko korupsi.

Kasus korupsi yang melibatkan pejabat senior memang relatif jarang terjadi di Singapura. Namun, negara tersebut tetap menghadapi sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik.

Salah satu kasus terbaru melibatkan mantan Menteri Transportasi S. Iswaran. Ia dijatuhi hukuman penjara pada 2024 setelah dinyatakan bersalah menghalangi proses hukum dan menerima hadiah dengan nilai lebih dari US$300.000.