Gali Saluran, Pekerja Bangunan Temukan Harta Karun Emas 49 Batangan & Ribuan Koin



KONTAN.CO.ID - KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Keberuntungan tak terduga menghampiri sekelompok pekerja bangunan di Belgia. Saat mengerjakan proyek pembangunan rumah singgah untuk tunawisma, mereka menemukan harta karun berupa emas yang ditaksir bernilai sekitar US$10 juta atau setara Rp178 miliar.

Penemuan tersebut terjadi di Sint-Gillis-Dendermonde, Kota Dendermonde, wilayah Flanders, Belgia. Para pekerja sedang melakukan renovasi kompleks bekas pabrik bir yang akan dikembangkan menjadi fasilitas sosial dan tempat tinggal bagi masyarakat tunawisma.

Menurut laporan media internasional, emas ditemukan pada 11 Agustus 2026 ketika para pekerja tengah menggali dan memasang pipa saluran pembuangan.


Sebuah alat bor tiba-tiba mengenai benda keras. Setelah diperiksa, benda tersebut ternyata merupakan batangan emas.

Tonton: BEM UI Demo di Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan dan Pertanyakan Makna Kemerdekaan

Ada 49 batangan dan ribuan koin emas

Penemuan itu dilakukan oleh tim yang terdiri atas delapan pekerja. Salah satunya merupakan mahasiswa berusia 18 tahun bernama Kobe yang sedang bekerja paruh waktu selama liburan musim panas.

Kobe disebut sebagai orang pertama yang menyadari adanya benda berharga tersebut. Awalnya, ia mengira benda yang ditemukan merupakan koin biasa.

Namun, setelah penggalian dilanjutkan, para pekerja menemukan batangan emas dan semakin banyak koin emas.

Polisi Dendermonde kemudian mengamankan temuan tersebut. Foto yang dirilis kepolisian memperlihatkan 49 batangan emas yang disusun di atas meja serta sejumlah besar koin emas yang sebelumnya dikumpulkan para pekerja menggunakan ember. Laporan media menyebut jumlah koin mencapai sekitar 4.000 keping.

Emas tersebut diperkirakan memiliki nilai sekitar €9 juta, atau lebih dari US$10 juta. Nilai dalam rupiah dapat mencapai sekitar Rp178 miliar jika menggunakan asumsi kurs sekitar Rp17.800 per dolar AS.

Baca Juga: Bantah Klaim Iran, Trump: Selat Hormuz Terbuka

Emas ditemukan di bekas rumah pemilik pabrik bir

Lokasi penemuan menambah misteri harta karun tersebut.

Emas ditemukan di kompleks bangunan bersejarah yang dahulu merupakan kediaman Theophilus Van Assche, pemilik pabrik bir pada akhir abad ke-19.

Bangunan tersebut kemudian digunakan sebagai lokasi proyek yang dikelola organisasi kesejahteraan sosial CAW Oost-Vlaanderen. Renovasi dilakukan untuk membangun fasilitas sosial, kantor, dan tempat tinggal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Emas tersebut diduga sengaja disembunyikan di bagian ruang bawah tanah yang ditutup. Karena itu, polisi dan penyidik kini berusaha mengungkap asal-usul harta tersebut serta kapan dan oleh siapa emas itu disimpan.

Pabrik bir di lokasi tersebut mulai beroperasi pada akhir abad ke-19 dan aktivitas pembuatan bir berlanjut hingga 1970. Sejumlah bagian bangunan lama masih menyimpan jejak keluarga Van Assche, termasuk gerbang dengan inisial keluarga tersebut.

Indonesia Siapkan PFII, Investor Global Mulai Didekati
© 2026 Konten oleh Kontan
Emas langsung diamankan pemerintah Belgia

Para pekerja tidak membawa pulang emas tersebut. Setelah menyadari nilai temuannya, mereka melaporkan penemuan itu kepada perusahaan dan polisi.

Kepolisian Dendermonde kemudian mengumpulkan, mendata, dan mengamankan seluruh emas di fasilitas penyimpanan pemerintah federal dengan tingkat keamanan tinggi.

Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan asal-usul emas tersebut.

Kejaksaan East Flanders juga perlu memastikan bahwa emas tersebut bukan hasil pencurian atau bagian dari hasil tindak pidana sebelum menentukan proses hukum berikutnya.

Siapa yang berhak atas emas Rp178 miliar?

Pertanyaan terbesar setelah penemuan tersebut bukan lagi berapa nilai emasnya, melainkan siapa pemilik sahnya.

Ada beberapa pihak yang berpotensi memiliki kepentingan atas harta tersebut, termasuk keturunan keluarga Van Assche, pemilik properti, organisasi yang mengelola proyek, perusahaan konstruksi, hingga para pekerja yang menemukan emas.

Mantan Wali Kota Dendermonde Piet Buyse memperkirakan emas tersebut kemungkinan berkaitan dengan keluarga Van Assche, yang dikenal sebagai keluarga kaya lama di wilayah Flanders.

Ia menilai masuk akal jika sebagian kekayaan keluarga tersebut dahulu disimpan dalam bentuk emas dan disembunyikan di lokasi yang dianggap aman. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi penyelidikan.

Menurut laporan The Guardian, hukum Belgia juga memberikan periode tertentu bagi pihak yang merasa sebagai pemilik untuk mengajukan klaim. Jika tidak ada pemilik yang sah mengklaimnya dalam periode yang ditentukan, persoalan pembagian harta dapat masuk ke proses hukum berikutnya.

Baca Juga: Apple Kenakan Komisi 5% Atas Transaksi Digital untuk App Store Alternatif Uni Eropa

Polisi minta warga tidak berburu emas

Penemuan emas bernilai miliaran rupiah tersebut ternyata menarik perhatian orang-orang yang berharap mendapatkan harta serupa.

Kepolisian Dendermonde bahkan memperingatkan masyarakat agar tidak mendatangi lokasi proyek untuk berburu harta karun.

Seluruh emas telah diambil dari lokasi. Selain itu, area proyek masih memiliki sejumlah lubang galian yang berbahaya karena proses renovasi dan pembongkaran masih berlangsung.

Polisi menyebut kedatangan para pemburu harta karun tidak akan membuahkan hasil karena emas tersebut sudah diamankan.

Bagi delapan pekerja yang menemukan emas itu, keberuntungan tersebut kini justru berujung pada proses hukum yang panjang. Mereka harus menunggu keputusan mengenai asal-usul, kepemilikan, dan kemungkinan hak atas imbalan sebagai penemu.

Yang pasti, pekerjaan menggali saluran pembuangan di sebuah bangunan tua di Belgia telah berubah menjadi salah satu penemuan harta karun paling menarik pada 2026.

Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2026/08/17/184602070/kuli-bangunan-temukan-emas-rp-178-m-saat-bekerja-langsung-lapor-polisi?source=nowtrending_artikel.  

Emas Bergerak Liar, Dolar Melemah dan Hormuz Memanas
© 2026 Konten oleh Kontan