Galva Siap Terjun ke Bisnis Smartphone



JAKARTA. Produsen elektronik lokal, PT Galva meramal, tren perkembangan teknologi akan menciptakan ceruk pasar baru. Yakni, penyebaran informasi melalui media berbasis ponsel pintar alias smartphone. Presiden Direktur Galva Oki Widjaja mengatakan, ke depannya smartphone berpotensi menjadi barang konsumer, sehingga tak lagi menjadi barang mewah. Oki memprediksi, nantinya smartphone juga dapat menjadi media untuk penyebaran koran, buku, atau siaran via smartphone. Dengan demikian, dapat tercipta pelanggan berbasis ponsel. Berbeda dengan media portal di mana konsumen mesti mengunduh situs agar dapat menikmati berita, maka penyebaran media digital melalui smartphone ini memungkinkan bentuk tulisan tak berbeda dengan versi cetak. Oki menakar, produk ini akan mendapat sambutan ramai dari masyarakat. Sebab, selain dapat dinikmati kapan dan di mana saja, penggunaannya pun lebih mudah ketimbang mengunduh situs. "Saya melihat industri elektronik mulai menggabung-gabungkan bisnis dan sedang menuju pada penyebaran konten lewat telepon," tutur Oki kepada KONTAN. Menyambut tren ini, Galva berniat merambah bisnis konten dan smartphone. Selama ini nama Galva berkibar lewat monitor GTC dan pengeras suara Toa. Oki mengakui, bisnis baru ini akan menghadapkan Galva dengan pemain smartphone, media, percetakan, dan penyiaran yang telah ada sejak lama.

Meski begitu, toh menurut Galva bisnis baru ini tak akan menggilas pasar koran, TV, dan Smartphone yang telah eksis. Sebab, "Kami bisa menyiapkan sendiri atau bekerjasama dengan media untuk menyajikan konten." Sementara untuk produksi handset, Oki mengaku perusahaan tengah menjajaki peluang untuk memproduksi merek sendiri atau bekerja sama dengan smartphone yang telah ada. Menurut Oki, produksi handset ini bisa dilakukan di antara tiga pabrik Galva yang terdapat di Cimanggis dan Cikarang, atau di pabrik mitra. "Ya kita cari yang paling murah dan efisien saja," ujar Oki. Menurutnya, dalam memproduksi suatu produk, tak masalah dilakukan di pabrik mitra selama Galva bisa menjual merek kuat, bisa mengawasi kualitas, serta menjalankan distribusi. Sayang Oki masih pelit membocorkan nilai untuk bisnis ini. Yang jelas, Galva berniat mengembangkan bisnis baru ini satu hingga dua tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News