KONTAN.CO.ID - Sebuah proyek game yang dijalankan lewat skema penggalangan dana (
crowdfunding) terpaksa batal. YouTuber
The Lore Knight Naruni, yang menjadi penggagas, kini harus mengembalikan dana sekitar Rp 5 miliar kepada para penyumbang. Naruni, kreator konten yang dikenal dengan nama
The Lore Knight Naruni sukses menggalang dana ratusan ribu dolar untuk mewujudkan game impiannya kini menghadapi krisis serius. Ia mengumumkan kesiapan untuk melayani permintaan pengembalian dana (
refund) dari para pendukung proyek game miliknya yang hingga kini masih terhenti pengembangannya.
Game berjudul
Chikai no Fuchi (
Oath’s Abyss), sempat menyita perhatian publik ketika berhasil meraih dana besar melalui
crowdfunding. Namun sayang, keluarnya staf inti membuat proyek ini tertunda tanpa kejelasan.
Baca Juga: CEO OnePlus Jadi Buronan Taiwan: Dituding Rekrut Pegawai Secara Ilegal Siapa Naruni?
Naruni adalah YouTuber Jepang yang dikenal lewat konten analisis mendalam tentang game populer, terutama seri Dark Souls. Kanal YouTube miliknya memiliki lebih dari 600.000 pengikut dengan total lebih dari 230 juta penayangan. Popularitas tersebut mendorong Naruni untuk membuka proyek ambisius berupa pembuatan game baru. Pada tahun 2023, ia mengumumkan niatnya untuk terjun langsung ke dunia pengembangan game dan memperkenalkan proyek ambisius bergenre
dark fantasy action berjudul
Chikai no Fuchi.
Baca Juga: Vlad Tenev: Imigran Bulgaria yang Guncang Wall Street dengan Robinhood Crowdfunding Tembus Target dalam 4 Hari
Proyek
Chikai no Fuchi diluncurkan melalui platform
crowdfunding Jepang CAMPFIRE. Target awal pendanaan ditetapkan sebesar ¥30 juta atau sekitar Rp 3 miliar. Mengutip
Automaton, angka tersebut berhasil dicapai hanya dalam empat hari sejak kampanye dimulai. Antusiasme pendukung terus meningkat hingga total dana yang terkumpul melampaui ¥50 juta atau sekitar Rp 5,3 miliar. Pengembangan pun dimulai dengan target rilis pada tahun 2024.
Baca Juga: Kisah Melanie Perkins, Pendiri Canva yang Jadi Miliarder Muda Pengembangan Game Ditunda, Dana Siap Dikembalikan
Kurangnya pengalaman membuat proyek ambisius ini berantakan.
Chikai no Fuchi tidak dirilis pada 2024 dan akhirnya ditunda tanpa batas waktu. Pada 31 Desember 2025, Naruni mengungkapkan bahwa sosok yang berperan sebagai direktur sekaligus programmer utama telah keluar dari proyek. Dalam penjelasannya, Naruni secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai di bidang pengembangan game. Dirinya bahkan tidak mampu menilai sejauh mana progres proyek berjalan.
Baca Juga: Akhir Perlajanan Raja Scam: Miliarder Chen Zhi Diekstradisi Usai Kedoknya Bongkar Meskipun demikian, Naruni menegaskan bahwa ia belum menyerah untuk menyelesaikan
Chikai no Fuchi. Dalam pernyataan terbarunya pada 9 Januari, ia menyampaikan rencana untuk membangun ulang proyek dengan membentuk kembali tim pengembang yang baru. Naruni juga menyatakan kesiapannya untuk menanggapi permintaan
refund dengan tulus bagi para pendukung yang menginginkannya. Namun, proses
refund tidak bisa dilakukan secara instan. Setelah jumlah total permintaan dikonfirmasi, Naruni berencana menyusun rencana
refund yang realistis dan memungkinkan secara finansial. Ia menegaskan bahwa sumber dana
refund sebisa mungkin tidak akan diambil dari sisa anggaran pengembangan game.
Baca Juga: Mark Cuban: Sistem Kesehatan AS Memiskinkan Rakyat, Bangkrutkan Negara Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News