KONTAN.CO.ID - Perusahaan ritel gim asal Amerika Serikat, GameStop, mengajukan penawaran untuk mengakuisisi seluruh saham eBay dengan nilai sekitar US$ 56 miliar atau setara Rp 969,9 triliun. Langkah ini dipimpin langsung oleh CEO GameStop, Ryan Cohen, yang juga merupakan pemegang saham terbesar perusahaan. Mengutip
Reuters, ia menawarkan harga US$ 125 per saham dengan skema kombinasi 50% tunai dan 50 persen saham, atau sekitar 20% di atas harga penutupan eBay sebelumnya.
Cohen bahkan siap membawa proposal tersebut langsung ke pemegang saham melalui
proxy fight jika tidak mendapat respons positif dari manajemen eBay.
Baca Juga: Spirit Airlines Bangkrut Akibat Perang Iran, Ini Profil CEO dan Strateginya Ambisi Besar Ryan Cohen
Ryan Cohen tidak hanya menargetkan akuisisi semata, tetapi juga transformasi besar terhadap eBay. Ia meyakini platform tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi perusahaan bernilai ratusan miliar dolar AS. Dalam visinya, penggabungan GameStop dan eBay dapat menciptakan efisiensi operasional sekaligus meningkatkan pendapatan secara signifikan. Cohen bahkan menyebut entitas gabungan ini bisa menjadi pesaing serius Amazon di pasar
e-commerce global. Strategi yang disiapkan mencakup pemanfaatan toko fisik GameStop sebagai pusat pengambilan dan autentikasi barang yang dijual di eBay. Selain itu, ia juga ingin mendorong pengembangan
live commerce, yakni penjualan melalui siaran langsung yang dinilai masih memiliki peluang besar untuk tumbuh.
Baca Juga: CEO Qualcomm, Tetap Optimistis di Tengah Tekanan Industri Chip Global Pendanaan, Risiko, dan Kondisi Bisnis
Untuk merealisasikan rencana ambisius ini, Cohen telah mengamankan komitmen pendanaan, termasuk sekitar US$20 miliar utang dari TD Bank. Ia juga membuka peluang masuknya investor eksternal, termasuk dana kekayaan negara dari Timur Tengah.
Namun, rencana ini tergolong tidak lazim dan berisiko tinggi. Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$12 miliar, GameStop mencoba mengakuisisi eBay yang bernilai sekitar US$46 miliar. Di sisi lain, kondisi kedua perusahaan juga cukup kontras. GameStop masih menghadapi tekanan akibat pergeseran ke belanja digital, tercermin dari penurunan pendapatan 14% pada kuartal keempat.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Awal Mei 2026: Elon Musk Tak Tertandingi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News