Gandeng Huawei hingga Tencent Cloud, Bank Neo (BBYB) tingkatkan keamanan dari peretas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) terus melakukan penguatan sistem keamanan dari kejahatan siber. Dari segi penguatan infrastruktur, Bank Neo dan Huawei telah bekerja sama meliputi perlindungan untuk server dan network perangkat, atau lebih dikenal dengan firewall

Selain itu, Bank Neo juga memanfaatkan sistem pengelolaan data dari Tencent Cloud yang akan membantu Bank Neo untuk menjaga data dan privasi nasabah dengan efektif. Juga melalui solusi Tencent yang disebut Tencent Distributed Database (TDSQL) yang bisa meningkatkan keamanan dari data breaching di sisi sistem bank. 

Direktur Utama Bank Neo Tjandra Gunawan mengatakan, keamanan siber dan proteksi data nasabah selalu menjadi perhatian utamanya. Dia sadar bahwa perusahaan perlu terus mengembangkan teknologi perbankan digital demi mengurangi celah keamanan yang bisa merugikan nasabah. 


“Kami akan terus melakukan edukasi secara berkala dan mengimbau Neo Customers untuk selalu menerapkan cyber-hygiene, yakni dengan membangun kebiasaan untuk menjaga keamanan data pribadi masing-masing dan melindungi diri dari tindakan kejahatan siber seperti serangan malware ataupun hackers,” kata dia dalam pernyataan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (12/8).

Lanjutnya, Bank Neo aktif memberikan penyuluhan dan berbagi informasi bermanfaat di berbagai kanal komunikasi seperti sosial media, membuat artikel di media massa, dan juga melalui webinar.

Baca Juga: Akulaku bersiap ambil alih Bank Neo Commerce (BBYB)

 
BBYB Chart by TradingView

Tidak dapat dipungkiri, kini marak penipuan yang dilakukan oknum dengan sasaran pada masyarakat yang awam terhadap teknologi, oleh karenanya Bank Neo mengambil langkah aktif untuk terus mengingatkan masyarakat terkait cyber-hygiene

Bank Neo menghimbau, seluruh nasabah untuk menerapkan kebiasaan cyber-hygiene untuk setiap aplikasi penting yang berhubungan dengan informasi sensitif, seperti data pribadi dan data finansial. Menjaga keamanan data adalah kewajiban kita semua sebagai pemiliknya agar selalu terhindar dari aksi-aksi kejahatan siber.

Langkah-langkah yang bisa digunakan untuk memulai cyber-hygiene demi menjaga keamanan perangkat pengguna smartphone: Selalu memperbarui OS dan aplikasi-aplikasi yang digunakan.  Mengaktifkan autentikasi dua faktor (two-step authentication) untuk keamanan tambahan suatu aplikasi,

Lalu memanfaatkan fungsi biometric pada aplikasi keuangan. Selalu ingat untuk melakukan langkah-langkah preventif lainnya seperti tidak membagikan data rahasia, mulai dari username, password, sampai menginformasikan kode OTP kepada pihak yang tidak dikenal.

Selain itu, nasabah juga bisa melakukan verifikasi apabila dihubungi oleh pihak yang mengatasnamakan Bank Neo jika tidak melalui hotline resmi bank. 

Tjandra menyatakan Bank Neo tidak pernah meminta data diri untuk membuka rekening, apalagi yang diimingi dengan hadiah tertentu. "Selain itu, jangan meminjam KTP untuk mendaftar rekening neo+ melalui smartphone yang bukan milik calon nasabah. Meminta nomor akun, sandi neo+, dan kode OTP. Juga membagikan tautan apapun saat proses pendaftaran rekening di neo+," tegas dia.

Selanjutnya: Kena ARB, saham Bukalapak.com (BUKA) anjlok 6,76% ke Rp 965 pada pagi ini (12/8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari