KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (
DVLA) berkolaborasi dengan Mayapada Hospital (
SRAJ) melalui peresmian
wound care center di Mayapada Hospital Bandung, Jawa Barat pada Kamis (25/6/2026). Kehadiran
wound care center atawa pusat perawatan luka ini dinilai penting untuk menjawab tantangan perawatan luka kronis dan non-kronis di Indonesia yang masih memerlukan penanganan lebih terstandar. Tantangan ini pun disebut makin relevan seiring meningkatnya jumlah pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, yang berisiko mengalami komplikasi luka, serta tingginya kasus luka akut akibat operasi, trauma, dan kecelakaan.
Oleh karena itu, layanan ini tersedia untuk menangani berbagai jenis luka. Mulai dari luka diabetes, luka pascaoperasi, luka akibat kanker, hingga penanganan bekas luka seperti jaringan parut (keloid), bekas luka menonjol (hipertrofik), dan perubahan warna kulit akibat luka (hiperpigmentasi), serta perawatan luka estetika.
Baca Juga: Kimia Farma Perkuat Bisnis Lewat Bahan Baku Lokal, Kurangi Risiko Impor dan Kurs Presiden Direktur Darya-Varia Laboratoria Ian Kloer menyebut, langkah ini menjadi strategi perusahaan untuk memberikan akses terhadap perawatan luka yang modern dan berbasis standar medis unggulan. "Sebagai perusahaan yang memiliki visi membantu membangun Indonesia yang lebih sehat, Darya-Varia ingin mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, disiarkan Kamis (25/6/2026). Sebagai bagian kolaborasi, DVLA berperan menghadirkan sejumlah solusi yang mendukung penanganan luka modern, termasuk
modern dressing, antibiotik topikal, serta teknologi
negative pressure wound therapy (NPWT) yang membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada berbagai kondisi klinis. Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, Irwan S. Hermawan menambahkan, kehadiran
wound care center ini mengedepankan konsep
modern wound care melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin dan alur klinis (
clinical pathway) yang terstruktur.
"Proses perawatan di
wound care center juga didukung oleh
wound care educator dari tim perawat yang berperan mendampingi pasien secara berkelanjutan, memastikan perawatan berjalan lebih terarah dan terkoordinasi," kata Irwan. Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap dapat memperluas akses terhadap layanan perawatan luka yang modern dan terstandar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News