KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Siemens Indonesia resmi meluncurkan Siemens Tech Summit 2026 (STS26), ajang yang mempertemukan para pemimpin industri, mitra teknologi, dan akademisi untuk mempercepat agenda digitalisasi dan transisi energi di Indonesia. Presiden Direktur sekaligus CEO PT Siemens Indonesia Surya Fitri mengatakan, STS26 tidak hanya menjadi ajang pamer teknologi, tetapi juga wadah untuk mendorong implementasi nyata transformasi industri di Indonesia.
Baca Juga: Serangan DDoS Terhadap Indonesia Melonjak 62% di Tengah Maraknya Tuntutan Tebusan "Siemens Tech Summit 2026 bukan sekadar ajang pamer teknologi, tetapi menjadi katalis untuk implementasi nyata. Dengan menggabungkan portofolio digital kami dengan kemitraan lokal yang kuat, kami turut menciptakan masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan kompetitif," ujar Surya dalam keterangannya Kamis (18/6/2026). Acara yang dihadiri sekitar 1.000 pelaku industri tersebut menyoroti berbagai langkah konkret untuk mempercepat transformasi industri dan mendukung pencapaian target
net-zero emission. Fokus utama pembahasan adalah integrasi antara teknologi perangkat keras (
hardware) dan perangkat lunak (
software) dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan industri. STS26 didukung oleh AWS Indonesia, TWINK Indonesia, dan Metro Abdibina Sentosa Group sebagai Platinum Event Partners.
Baca Juga: Permendag Baru Wajibkan Seller E-Commerce Punya NIB, Ini Catatan CELIOS Dorong Transformasi melalui Platform Digital Dalam acara tersebut, Siemens memperkenalkan portofolio digital "X", sebuah platform terbuka yang dirancang untuk mempercepat transformasi di berbagai sektor industri. Platform tersebut mencakup Industrial Operations X untuk mendukung manufaktur berbasis data, Electrification X untuk sistem energi yang lebih cerdas dan tangguh, Building X untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bangunan, serta Gridscale X yang mendukung pengembangan jaringan energi otonom. Seluruh solusi tersebut diperkuat oleh Knowledge Hub yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari pembiayaan, transisi energi, kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, keberlanjutan, hingga keamanan siber.
Baca Juga: Program Bioetanol E5 Siap Jalan, Kementerian ESDM Tinggal Tunggu Keputusan Menteri Perkuat Kolaborasi Strategis Salah satu agenda utama dalam STS26 adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Accenture Indonesia, PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring), dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Kerja sama dengan Accenture difokuskan pada pengembangan solusi transformasi digital
end-to-end yang mengintegrasikan
Operational Technology (OT) dan
Information Technology (IT), termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, kolaborasi dengan PLN Enjiniring ditujukan untuk memperkuat ekosistem engineering ketenagalistrikan melalui pengembangan layanan bersama, pertukaran pengetahuan, kerja sama teknis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Adapun kemitraan dengan Telkomsel diarahkan untuk mempercepat digitalisasi sektor enterprise melalui integrasi
Internet of Things (IoT), peningkatan teknologi, dan pemanfaatan analitik data guna meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Baca Juga: Central Omega (DKFT) Siap Ajukan Revisi RKAB untuk Tambah Kuota Produksi Bijih Nikel Investasi Pengembangan Talenta Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang di Indonesia, Siemens juga memperluas kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi melalui pemberian perangkat lunak PSS® SINCAL yang digunakan untuk simulasi sistem tenaga listrik dan pendidikan teknik lanjutan. Tujuh institusi penerima program tersebut adalah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Trisakti, Universitas Jember, dan Politeknik Negeri Sriwijaya. Masing-masing institusi akan menerima lisensi perangkat lunak senilai Rp100 juta. Program ini melanjutkan kerja sama yang telah dijalankan Siemens dengan sejumlah perguruan tinggi sejak 2024. Menurut Siemens, implementasi perangkat lunak tersebut telah memberikan dampak positif. Di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan IT PLN, misalnya, PSS® SINCAL telah menjadi bagian dari kurikulum dan membantu sekitar 40 lulusan memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan di industri.
Baca Juga: Harga TBS Sawit Mulai Naik, Mentan Klaim 90% Perusahaan Sudah Lakukan Penyesuaian Untuk semakin memperkuat pengembangan talenta, Siemens juga berencana menggelar Kompetisi Mahasiswa SINCAL pada 2027. Kompetisi ini akan menantang mahasiswa menyelesaikan studi kasus sistem tenaga listrik menggunakan perangkat lunak tersebut dengan penilaian langsung dari para praktisi industri. Melalui berbagai inisiatif tersebut, Siemens menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital dan transisi energi nasional sekaligus mempersiapkan talenta yang dibutuhkan untuk membangun sektor industri dan ketenagalistrikan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News