KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri makanan dan minuman (mamin) nasional masih menghadapi risiko dari ketergantungan terhadap bahan baku impor. Ketidakpastian rantai pasok global dan pergerakan nilai tukar menjadi tantangan bagi pelaku industri. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, ketergantungan impor tidak hanya terjadi pada satu jenis bahan baku. Menurut Adhi, sejumlah bahan baku yang digunakan industri mamin masih mengandalkan pasokan dari luar negeri. Komoditas tersebut antara lain gandum, susu, kedelai hingga jagung.
Gandum hingga Susu Masih Impor, Industri Mamin Hadapi Risiko Rantai Pasok
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri makanan dan minuman (mamin) nasional masih menghadapi risiko dari ketergantungan terhadap bahan baku impor. Ketidakpastian rantai pasok global dan pergerakan nilai tukar menjadi tantangan bagi pelaku industri. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, ketergantungan impor tidak hanya terjadi pada satu jenis bahan baku. Menurut Adhi, sejumlah bahan baku yang digunakan industri mamin masih mengandalkan pasokan dari luar negeri. Komoditas tersebut antara lain gandum, susu, kedelai hingga jagung.
TAG: