Gangguan Bandara Soekarno Hatta Berpotensi Tunda Arus Ekspor-Impor US$ 168 Juta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gangguan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berpotensi menunda arus perdagangan ekspor-impor hingga sekitar US$ 168 juta jika berlangsung selama 48 jam.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengatakan, potensi penundaan tersebut terdiri atas ekspor senilai US$ 54,23 juta dan impor US$ 113,83 juta, termasuk sekitar 960 ton barang impor.

"Angka tersebut merupakan estimasi nilai arus perdagangan yang berpotensi tertunda, bukan kerugian langsung," kata Setijadi dalam keterangannya, dikutip Selasa (8/9/2026).


Baca Juga: Kemendag: Transaksi Program UMKM Bisa Ekspor Tembus US$ 23,6 Juta pada Kuartal I-2026

Menurut dia, estimasi tersebut hanya mencakup perdagangan internasional melalui Bandara Soekarno-Hatta. Nilai ekspor dihitung menggunakan basis Free on Board (FOB), sedangkan impor menggunakan Cost, Insurance and Freight (CIF).

Setijadi menjelaskan, besarnya kerugian aktual akan bergantung pada sejumlah faktor. Di antaranya pembatalan penerbangan, pengalihan kargo, karakteristik komoditas, hingga kecepatan pemulihan operasional bandara.

Dalam simulasi gangguan selama delapan jam, SCI memperkirakan arus ekspor-impor senilai sekitar US$ 28 juta berpotensi tertunda. Angka tersebut terdiri atas ekspor US$ 9,04 juta dan impor US$ 18,97 juta, termasuk hampir 160 ton barang impor.

Penutupan ruang udara, pembatalan atau pengalihan penerbangan, perubahan jadwal, hingga penumpukan kargo berpotensi mengganggu aktivitas produksi dan perdagangan.

Dampak paling besar berpotensi dirasakan rantai pasok yang mengandalkan Soetta sebagai salah satu pintu utama pengiriman barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu.

Baca Juga: Luncurkan Buku, Kadin Ungkap Potensi Ekspor Tembus US$ 300 Miliar per Tahun

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan, nilai ekspor nonmigas melalui Soetta pada 2025 mencapai US$ 9,90 miliar. Sementara nilai impor mencapai US$ 20,77 miliar.

Dengan demikian, total arus perdagangan melalui Soetta mencapai sekitar US$ 30,67 miliar per tahun atau rata-rata US$ 84,03 juta per hari.

Adapun volume impor mencapai 174,9 ribu ton per tahun atau sekitar 479 ton per hari. Data ekspor 2025 yang digunakan merupakan data revisi.

Siapkan Skenario

Untuk mengantisipasi gangguan penerbangan, SCI mendorong pengelola bandara, maskapai, freight forwarder, Bea dan Cukai, karantina, serta pemilik barang memperkuat koordinasi tanggap darurat.

Koordinasi tersebut antara lain mencakup pemantauan sebaran abu vulkanik secara real-time, penjadwalan ulang penerbangan, penyediaan kapasitas tambahan, percepatan penanganan dokumen, serta pengalihan kargo melalui bandara alternatif.

Setijadi menilai barang mudah rusak, produk farmasi, komponen produksi kritis, elektronik bernilai tinggi, serta kiriman ekspres perlu menjadi prioritas.

Sementara untuk pengiriman domestik, perusahaan dapat memanfaatkan moda transportasi alternatif seperti jalan raya, kereta api, laut, maupun jaringan multimoda.

Baca Juga: Asuransi Asei Soroti Pengaruh Perlambatan Ekspor-Impor terhadap Pertumbuhan Premi

Dalam jangka panjang, perusahaan juga perlu memiliki rencana kontinuitas bisnis berdasarkan beberapa skenario durasi gangguan. Langkah tersebut mencakup penetapan bandara dan moda alternatif serta kontrak kapasitas cadangan dengan penyedia jasa logistik.

Importir juga perlu menyesuaikan persediaan pengaman untuk bahan baku kritis. Di sisi lain, eksportir perlu menyiapkan alternatif gudang dan fasilitas rantai dingin.

"Pemerintah perlu menyusun protokol logistik kebencanaan lintas-instansi agar gangguan penerbangan akibat erupsi tidak berkembang menjadi gangguan rantai pasok dan produksi yang lebih luas," pungkas Setijadi.

Sebagai informasi, layanan penerbangan di Soetta sempat terhenti sementara mulai Minggu (6/9/2026) pukul 01.30 WIB setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Sabtu (4/9/2026) pukul 23.07 WIB.

Melalui kanal resminya, InJourney mengumumkan Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026) pukul 00.30 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News