KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga patokan gas alam cair (LNG) di Asia melonjak lebih dari 20% pada Senin (2/3), menyusul meluasnya konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran serta aksi balasan Tehran yang mengganggu lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Menurut Platts, bagian dari S&P Global Energy, patokan LNG Jepang-Korea (Japan-Korea Marker/JKM), yang banyak digunakan sebagai acuan harga LNG di Asia, naik sebesar US$ 2,256 menjadi US$ 13,133 per juta British thermal units (mmBtu). Aly Blakeway, manajer Atlantic LNG di S&P Global Energy, menjelaskan, sekitar 20% volume LNG global melewati Selat Hormuz, gangguan yang berkepanjangan akan menambah risiko kenaikan harga lebih lanjut untuk bahan bakar super-dingin ini. Ia menambahkan, pemasok Timur Tengah mungkin akan menutupi kekurangan pasokan dengan kargo LNG dari AS yang berbasis free-on-board (FOB), sehingga ketersediaan di wilayah Atlantik menjadi lebih ketat.
Gangguan di Selat Hormuz Memicu Kenaikan Harga LNG Asia Naik 20%
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga patokan gas alam cair (LNG) di Asia melonjak lebih dari 20% pada Senin (2/3), menyusul meluasnya konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran serta aksi balasan Tehran yang mengganggu lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Menurut Platts, bagian dari S&P Global Energy, patokan LNG Jepang-Korea (Japan-Korea Marker/JKM), yang banyak digunakan sebagai acuan harga LNG di Asia, naik sebesar US$ 2,256 menjadi US$ 13,133 per juta British thermal units (mmBtu). Aly Blakeway, manajer Atlantic LNG di S&P Global Energy, menjelaskan, sekitar 20% volume LNG global melewati Selat Hormuz, gangguan yang berkepanjangan akan menambah risiko kenaikan harga lebih lanjut untuk bahan bakar super-dingin ini. Ia menambahkan, pemasok Timur Tengah mungkin akan menutupi kekurangan pasokan dengan kargo LNG dari AS yang berbasis free-on-board (FOB), sehingga ketersediaan di wilayah Atlantik menjadi lebih ketat.
TAG: